Ulasan Paruh Musim: Kejutan Dari Louvre Surabaya


Feb 14, 2020

Sesuai logonya yang bergambar buaya, Louvre Surabaya ternyata diam-diam menakutkan. Pendatang baru itu kini menempati peringkat empat di klasemen sementara. Louvre dengan target lolos PlayOff, bisa memberikan kejutan baru di Indonesian Basketball League (IBL) musim ini.

Tentunya masih hangat di ingatan kita bahwa Louvre adalah tim yang menghentikan kemenangan beruntun Pelita Jaya Bakrie. Di hari terakhir Seri IV Jogjakarta, Louvre mengalahkan Pelita Jaya dengan skor 92-81. Pertandingan berlangsung panas dengan tensi cukup tinggi. Berkat kemenangan tersebut, Louvre kini sudah mengantongi total enam kemenangan dari sembilan pertandingan. Jumlah poin yang sama dengan NSH Jakarta. 

Performa Louvre memang belum bisa dikatakan stabil. Secara produktifitas poin, Louvre bisa mencetak 77,4 PPG, tertinggi kedua di liga, atau di bawah Indonesia Patriots. Tetapi sayangnya pertahanannya masih kurang baik. Rata-rata kemasukan Louvre di kisaran 76,2 per laga, atau jadi yang keempat terbanyak di liga. 

Performa Savon Goodman masih jadi andalan tim ini. Sebab bila Savon tampil baik, maka kemungkinan menang semakin besar. Savon sendiri sudah mencetak 21,1 PPG dan 13,6 RPG. Tetapi Louvre masih punya tiga senjata ampuh untuk menyerang pertahanan lawan. Mereka adalah Michael Kolawole (18,4 PPG), Daniel Wenas (13,2 PPG) dan Martavious Irving (12,0 PPG). Kontribusi dari bench juga cukup bagus, seperti Kevin Moses, Dio Saputra, dan Galank Gunawan.

Berbicara tentang peluang, Louvre masih sebenarnya punya modal yang bagus. Mereka penah mengalahkan Pelita Jaya, yang notabene jadi tim di atasnya. Bila ingin mengamankan tiket PlayOff, maka Louvre harus mencuri lagi beberapa kemenangan dari tim papan atas. Tentu juga, mereka tidak boleh terpeleset dari tim papan bawah.

Meski tugas itu cukup berat, tapi Louvre diramalkan masih punya kejutan-kejutan lain sepanjang sisa reguler season. Apalagi, peluang memperbaiki diri masih terbuka. Louvre belum mengganti pemain asingnya sama sekali. Kita tunggu saja di empat seri berikutnya.