Tiga Gaya Berbeda Menangkan Louvre Surabaya


Jan 10, 2020

Memiliki tiga pemain asing dengan gaya permainan berbeda memberi keuntungan bagi pelatih Louvre Surabaya, Andika Supriadi Saputra. “Tiga pemain asing kami memiliki gaya berbeda. Savon Goodman senang bermain inside, Martavious Irving bertipe pengatur serangan, sementara Michael Kolewale bisa bermain cepat atau lambat. Ini keuntungan buat kami,” kata Bedu, sapaan sang pelatih seusai kemenangan atas Bank BPD DIY Bima Perkasa, 81-71 pada hari pertama seri pertama IBL Pertamax 2020 di GOR Sahabat Semarang, Jumat 10 Januari.

Sempat tertinggal pada babak pertama, Louvre  bangkit pada babak kedua. ”Saya hanya memberikan motivasi pada para pemain agar mereka memiliki keyakinan menang dan jangan panik bermain,” kata Bedu. Dia mengakui gim pertama selalu suliit bagi semua tim. Terbukti timnya melakukan 24 kali turn over.

Hal ini diakui point guard Dimaz Muharri. “Terlalu banyak turn over, termasuk dari saya. Lawan membuat 18 angka dari kesalahan tersebut,” kata Dimaz. Dimaz yang terakhir bermain pada level profesional tertinggi pada saat pra msim IBL 2015, merasa gembira dengan peningkatan permainan di IBL. “Saya pribadi harus banyak melakukan perbaikan dan berharap bisa berkontribusi lebih banyak jika diturunkan,” katanya.

Banyaknya turn over juga dikeluhkan kubu Bima Perkasa yang mencatat 18 kali turn over. “Terlalu banyak turn over. Anak-anak kurang agresif dan kurang hustle,” ungkapnya. “Komunikasi antar pemain juga tak mulus sehingga kerap terkena foul-foul yang tidak perlu,” keluhnya.

Devin Gilligan, pencetak 24 angka dan sembilan rebound bagi Bima Perkasa menyebut sebenarnya ada peluang untuk menang tetapi gagal diwujudkan. “Ada beberapa momentum yang yang tak bisa dimanfaatkan. Kami harus lebih baik di pertandingan berikut,”  katanya. Gilligan menyebut Kolewale menjadi ancaman bagi timnya pada babak kedua.