Si Anak Pedagang Bakso Kembali Berburu Gelar


Aug 16, 2020

Jakarta - Gunawan berencana pulang ke kota kelahirannya di Samarinda, Kalimantan Timur, pada akhir Maret lalu, tepatnya setelah Indonesian Basketball League (IBL) 2020 dihentikan. Gencarnya pemberitaan di media massa seputar virus korona jenis baru memaksa Gunawan untuk mengunci serta membatasi aktivitasnya. Berdiam diri di mes demi melandaikan penyebaran wabah covid-19. 

Pebasket Amartha Hangtuah ini juga menuruti imbauan manajemen tim untuk tidak mudik selama masa pandemi. Hari Raya Lebaran juga dilalui bersama rekan setim di mes yang terletak di kawasan selatan Jakarta. Namun, satu hal yang mengernyitkan kening pria kelahiran 23 Desember 1992 ini adalah usaha dagang bakso miliknya di Samarinda. Bisnis rintisannya kian terguncang setelah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kalau mau mudik, risiko tertular virus di perjalanan sangat tinggi. Usaha bakso punya bapak dan saya di Samarinda juga terpaksa ditutup sementara karena pandemi. Jadi memang nggak ada pilihan lain selain karantina mandiri di mes," Gunawan, mengungkap alasannya kala berembuk bersama koleganya pada April lalu, sebelum skuat ini sepakat tidak pulang kampung.

Gunawan merupakan anak dari keluarga pengikuti program transmigrasi di masa lampau. Pindah dari pulau Jawa kemudian bermukim di kota yang dibelah oleh Sungai Mahakam tersebut. Berdagang bakso adalah usaha turun-temurun. Pemilik tinggi badan 190 cm ini meneruskan lalu melebarkan sayap bisnis kuliner tersebut. "Saya sudah ada dua tempat. Satu tempat sendiri dan yang satu lagi barengan dengan pedagang lain di sebuah kantin," katanya 

Belum lama ini Gunawan menerima kabar, sebagian kegiatan publik di Samarinda kembali berdenyut setelah beberapa kali menjalani kebijakan PSBB. Bisnis bakso milik orangtuanya dibuka kembali. "Ruko tempat dagang bakso bapak sudah dibuka, tapi untuk sementara dua tempat yang saya kelola masih ditutup," tuturnya.

"Tapi paling nggak, pelan-pelan bisnis ini bisa kembali berjalan," Gunawan, menambahkan.

Ancaman pandemi belum usai. Atlet juara IBL 2017-2018 ini memilih fokus berlatih jelang pelaksanaan kembali IBL 2020. Sembari, memantau peluang untuk kembali menggelindingkan roda-roda usaha dagangnya di kampung halaman. Di ibu kota, bersama skuat muda Amartha Hangtuah, Gunawan kembali berburu gelar. Tongkat estafet prestasi harus terus berlanjut pasca-kesuksesan yang diraih setahun lalu di Piala Raja dan Piala Presiden.

"Performa kita terus membaik pada seri-seri di Jawa Timur. Sayang terhenti karena pandemi. Kita harus mengejar hasil yang terbaik di kelanjutan IBL, Oktober nanti," pungkasnya.