Sempat Bangkit di Kuarter Ketiga, Indonesia Akhirnya Menyerah dari China


Jul 18, 2022

Indonesia bangkit di kuarter ketiga. Andakara Prastawa Dhyaksa dan kawan-kawan mencoba meningkatkan tempo permainan. Dengan serangan cepat, Indonesia bisa menyusul, 33-77. Di kuarter ketiga, Indonesia mencetak 23 poin. Lebih baik dibandingkan kuarter pertama dan kedua. 

Prastawa menjalankan fungsinya dengan baik sebagai point guard, serta pengatur serangan Indonesia. Sementara Marques Bolden menggila dengan melesakkan 11 angka. Brandon Jawato juga sangat baik, dengan sesekali berhasil mencetak tembakan three point. Kebangkitan timnas Indonesia, membuat penonton kembali bersemangat. 

China juga tidak tinggal diam. Mereka mengoleksi 18 angka. Tapi mereka mengalami kebuntuan selama menit keempat hingga menit ketujuh. Beberapa kali upaya China mencetak poin, kandas di tengah jalan. Mereka bisa kembali mencetak angka lewat Zhao Rui dengan pull up jump shot. Jiang Weize menutup perolehan poin China di kuarter ketiga dengan tembakan three point. Sementara Indonesia mendapatkan tambakan tiga poin dari Brandon Jawato sebelum kuarter ketiga ditutup. Indonesia tertinggal 44-77. 

Memasuki kuarter keempat, China berusaha membayar kesalahan mereka di kuarter sebelumya. China mengoleksi 11 angka saat laga berjalan empat menit. Sementara Indonesia belum mencetak poin sama sekali sejak kuarter keempat dimulai. Akurasi tembakan China betul-betul berbahaya. Karena mereka bisa running score 14-0 hingga pertengahan kuarter keempat. 

Indonesia baru bisa memecah kebutuan setelah Agassi Goantara memasukkan satu free throw. Indonesia tertinggal 45-95. Menyusul Agassi, Yudha Saputera memasukkan dua free throw. Indonesia tertinggal 47-99 di sisa waktu 4 menit. Akhirnya, Arki Dikania Wisnu mencetak driving layup, untuk menambah angka Indonesia menjadi 49-99. 

China menyentuh poin ke-100 setelah three point yang dileaskan Jiang Weize tepat sasaran. Kemudian jump shot He Xining membawa China unggul 104-49 atas Indonesia di sisa waktu 3 menit. Sebaliknya, Indonesia menolak untuk menyerah. Karena di sisa dua menit terakhir, Indonesia tampil lebih produktif. Bolden menambahkan dua angka dengan layup. Kemudian Arki Dikania Wisnu bermain bagus ketika dirinya mampu mencuri bola dari penguasaan pemain China, dan mengakhirinya dengan layup. 

Memasuki satu menit terakhir, Indonesia bisa memotong margin jadi 48 poin (58-106) melalui three point M. Arighi. Namun pada akhirnya Indonesia harus menerima kekalahan dari China dengan skor 108-58 setelah Fu Hao menambahkan dua angka. Indonesia tak bisa menahan akurasi tembakan jarak jauh dari China. Karena ada 18 three point yang bersarang ke ring Indonesia dari 32 attempt. Gu Quan mencetak 23 poin, disusul Hu Mingxuan (14 poin), Zhao Rui (13 poin), Zhou Qi (13 poin), Xu Jie (11 poin). 

Sementara dari timnas Indonesia, Marques Bolden mencetak 21 poin, 6 rebound, dan 2 block. Brandon Jawato menghasilkan 10 poin. Indonesia mendapatkan pelajaran berharga, dan harus menerima kekalahan dari China. (*)