Sejarah Klub: Satya Wacana, Klub Profesional di Bawah Lembaga Pendidikan


Jul 15, 2020

Satya Wacana Salatiga menjadi satu-satunya klub profesional Indonesia, yang bernaung di bawah lembaga pendidikan. Mungkin untuk prestasi belum mencolok, namun dari segi pembinaan, tim ini punya program pembinaan yang bagus. Khususnya di level mahasiswa. 

Generasi sekarang mengenal tim Satya Wacana adalah tim yang berada di bawah naungan Universitas Kristen Satya Wacana, di Salatiga. Memang seperti itu sekarang. Namun dalam perjalanannya, tim ini mengalami beberapa fase perkembangan. 

Ternyata sebenarnya ada dua klub berbeda yang bergabung menjadi Satya Wacana Salatiga yang kita kenal sekarang. Klub ini awalnya berupa Pusdiklat Basket dan bermain di kompetisi basket mahasiswa. Mereka memulai ini pada tahun 2007. Luthfianes Gunawan (sekarang membela Louvre Surabaya) merupakan salah satu angkatan pertama tim in Bersama dengan Jerry Lolowang dan Valentino Wuwungan. Mereka termasuk generasi emas Sahabat FTI UKSW yang sempat menjuarai Kobatama di tahun 2009. 

Kemudian cerita tim kedua yaitu Angsapura Sania. Sebuah klub yang berdiri di Sumatera dengan sponsor perusahaan minyak goreng, berdiri 8 November 2000. Mereka memakai homebase di GOR Angsapura. 

Keduanya kemudian bersepakat mengarungi kompetisi profesional pada NBL Indonesia 2010-2011. Waktu itu, tim ini pimpin oleh pelatih Danny Kosasih, yang saat ini menjabat sebagai Ketua PP Perbasi. Karena gabungan dua klub ini, maka namanya berubah menjadi Satya Wacana Angsapura Salatiga. 

Meskipun masih minim pengalaman di liga professional, tapi Satya Wacana bermain baik di musim debutnya. Bahkan salah satu pemain binaan dari tim ini mendapatkan award Rookie of The Year di musim pertama NBL Indonesia. Dia adalah Valentino Wuwungan yang kini membela Pelita Jaya Bakrie. 

Namun ada satu tradisi yang hingga sekarang belum bisa dipecahkan oleh Satya Wacana, yaitu lulus dan pergi. Universitas Kristen Satya Wacana memang memiliki segudang pemain basket berbakat. Namun setelah lulus kebanyakan pemain memilih pergi. Ada Yo Sua, Luthfianes Gunawan, Respati Ragil Pamungkas, hingga Firman Dwi Nugroho. Setelah meraih gelar sarjana, mereka pergi dari tim ini. 

Tetapi Satya Wacana tidak berhenti mencetak pemain bagus. Untuk IBL 2020 saja beberapa pemain muda milik Satya Wacana sudah menunjukkan kualitasnya. Mereka adalah Anthony Erga, Cassiopeia Manuputty, Andre Adrianno, Henry Cornelis Lakay. Di bawah asuhan Efri Meldi, para pemain muda tersebut mencoba meruntuhkan dominasi tim papan atas di liga basket profesional Indonesia. (*)