Satya Wacana Salatiga dan Pacific Caesar Surabaya adalah dua tim yang belum pernah menang sejauh ini, di musim reguler IBL GoPay 2026. Sehingga pada pertandingan Sabtu malam (14/2), kedua tim sama-sama tampil agresif untuk berupaya mengakhiri catatan buruk. Jual-beli serangan terjadi di first half, dan Pacific unggul 46-44 saat turun minum.
Faktanya, kedua tim sama-sama memakai dua pemain asing. Setelah Serigne Modou Kane ditetapkan sebagai pemain lokal Indonesia oleh FIBA, maka Satya Wacana hanya memiliki dua pemain asing yaitu Serhii Pavlov dan Kevin Kangu. Sebaliknya tim tamu hanya bisa menurunkan AJ Bramah dan Gregoryshon Magee, karena Miguel Miranda masih cedera.
Terjadi lima kali skor sama kuat di babak pertama dengan beberapa pergantian keunggulan dari kedua tim. Beruntung bagi Pacific, ketika Magee mampu mencetak dua angka, dan M. Ariezky Septano memasukkan satu free throw untuk menciptakan keunggulan bagi tim tamu dengan skor 46-44 saat jeda antar-babak. Sayangnya di detik-detik terakhir, Bramah gagal memasukkan dunk yang seharusnya bisa jadi sesuatu yang spektakuler untuk menutup babak pertama.
Bramah menghasilkan 18 poin, tujuh rebound, dan empat assist untuk Pacific dalam dua kuarter. Dibantu Daffa Dhoifullah dengan 13 poin. Namun secara keseluruhan, Pacific masih kalah dari Satya Wacana. Karena tim tuan rumah lebih baik dalam field goals (18/42) ketimbang Pacific (17/38).
"Kami melakukan pekerjaan yang bagus di babak pertama. Memang sulit, tapi kami yakin bisa menang kali ini," komentar Bramah di jeda permainan.
Satya Wacana unggul di paint area dengan perbandingan 26-14 untuk points in the paint dan 13 second chance points. Tim tuan rumah juga unggul rebound dengan perbandingan 28-15. Sehingga Pavlov mencetak 12 poin da 12 rebound untuk Satya Wacana. Dibantu Kevin Kangu 11 poin, dan Kevin Sihombing (delapan poin). (*)
0 Comments