Review IBL Pertamax 2020 Seri Bandung :Kebangkitan Pacific dan Satya Wacana Ramaikan Persaingan di Klasemen Sementara


Jan 21, 2020

Peta persaingan di Indonesian Basketball League (IBL) 2020 semakin buram untuk dibaca. Sebab, di Seri II Bandung, terjadi kejutan. Pacific Caesar Surabaya dan Satya Wacana Salatiga tiba-tiba bangkit dan meramaikan persaingan di klasemen. 

Sebelum membahas tentang kedua tim tersebut, ada baiknya melihat performa dari Indonesia Patriots. Sempat dikejutkan oleh Pelita Jaya Bakrie di Seri I Semarang, pasukan yang dipimpin oleh Rajko Toroman mendapatkan tiga kemenangan beruntun di Bandung. Patriots menang atas Amartha Hangtuah (85-65), Louvre Surabaya (90-68), dan Prawira Bandung (77-73). 

Menjadi menarik ketika Rajko Toroman mengubah permainan di Bandung. Di seri ini, Patriots bermain lebih cepat. Hasilnya, kini penyumbang poin terbanyak untuk Patriots menjadi Abraham Damar Grahita dengan 17,3 PPG (Points Per Game). Sementara Lester Prosper ada di bawahnya dengan 16,2 PPG.

Di peringkat kedua dan ketiga klasemen sementara terjadi persaingan sengit antara Pelita Jaya Bakrie dan Pacific Caesar Surabaya. Kedua tim sama-sama mendapatkan tiga kemenangan dari empat pertandingan. 

Kedatangan Anton Waters menggantikan Decorey Jones membawa angin segar di Pacific. Khususnya di sisi paint area. Baru datang, Anton sudah membuat Pacific bisa menang atas Pelita Jaya (74-61), dan Satria Muda Pertamina Jakarta (75-73). Justru sebaliknya, Pelita Jaya harus puas dengan satu kemenangan di Bandung, melawan Bank BPD DIY Bima Perkasa (67-53). 

Selanjutnya ada empat tim yang berada di peringkat enam hingga sembilan. Mereka sama-sama mengoleksi dua kemenangan dari empat laga. Empat tim tersebut adalah Satria Muda Pertamina Jakarta, NSH Jakarta, Bank BPD DIY Bima Perkasa, dan Louvre Surabaya. 

Menariknya justru kali ini Satya Wacana Salatiga yang membayar hutang. Setelah kalah tiga kali di seri Semarang, Satya Wacana sapu bersih di Bandung. Mereka menang atas Prawira Bandung (78-76), dan NSH Jakarta (89-77). Satya Wacana mulai menemukan permainannya kembali. Namun yang menggembirakan adalah tiga kekalahan itu tidak berpengaruh pada mental bertandingnya. Justru Satya Wacana semakin haus kemenangan.

Terakhir ada dua tim yang kini berada di peringkat terbawah. Mereka adalah Prawira Bandung dan Amartha Hangtuah. Kedua tim sama-sama tidak beruntung di Bandung. Karena tidak mendapatkan satu kemenangan pun. Mereka berharap bangkit di Seri III Jakarta nanti.