Rebound Selalu Jadi Kunci Ghibbi


Jan 15, 2020

Prawira Bandung memperoleh pelajaran pada laga pertama. Mereka dikalahkan Louvre Surabaya, 81-79. “Kami tidak menjalankan tugas rebound dengan baik,” kata pelatih Giedrius Zibenas alias Coach Ghibbi. Diftha Pratama dkk mencatat 44 rebound, kalah dari Louvre yang mencetak 46.

Rebound memang menjadi syarat mutlak dari Ghibbi buat para pemainnya. Itu sudah dia canangkan sejak membawa Stapac hingga menjadi juara musim lalu. Persoalan rebound diperbaiki, mereka meraih 55 rebound dibandingkan lawan kedua Amartha Hangtuah yang mencetak 45 rebound. Prawira menang 92-69. ”Tim ini bereaksi bagus setelah kalah. Mereka melakukan defense dengan bagus, setelah itu serangan lebih mudah dilakukan,” katanya.

Praktis average rebound Prawira cukup tinggi, 49,5 rebound per gim. David Samuels memimpin  dengan rerata 12 rebound per gim. Samuels juga menjadi pendulang angka terbanyak dengan average 22 poin per gim.

Turn over juga harus menjadi perhatian Ghibbi. Pada laga pertama Prawira total melakukan 20 turn over yang menyebabkan lawan meraih 25 poin. Pada gim kedua mereka melakukan total 18 kali turn over, maka rataan turn over Prawira adalah 19, cukup besar. 

Bermain di Bandung pada seri kedua, bisa jadi pisau bermata dua bagi Prawira. Dukungan penonton boleh jadi memberi tambahan semangat, namun bisa jadi pula menuju level terlalu percaya diri alias over confidence.

Ghibbi seperti menyadari hal itu terjadi saat kekalahan melawan Louvre. Para pemain Prawira memang seperti dihinggapi kepercayaan diri tinggi dengan hadirnya Ghibbi di tengah mereka.

“Kami sebenarnya underdog. Saya berharap pemain saya menunjukkan respek di lapangan. Saya bukan apa-apa, tim ini belum ada apa-apanya,” kata Ghibbi dalam jumpa pers setelah kalah dari Louvre.

Di ‘Ctra Arena, Prawira akan mendapatkan tantangan dari NSH Jakarta, Satya Wacana Salatiga dan Indonesia Patriots.