Randy Bell, Muda dan Berbahaya


Nov 25, 2021

Ketika Bumi Borneo Pontianak memilih Tondi Raja Syailedra sebagai head coach, maka salah satu ciri dari tim yang akan dibentuknya nanti identik dengan pemain muda. Memang begitu kenyataannya. Bumi Borneo dalam IBL Draft 2021 Foreign Players Round 2 memilih Randy Bell. Meski masih berusia 24 tahun, Bell sangat berbahaya, kalau dilihat dari catatan statistik terakhirnya. 

Bell merupakan jebolan Dalton State College Roadrunners yang tampil di NAIA, Southern States Athetic Conference. Pada tahun terakhirnya (2019-20), pemain kelahiran Sicklerville, New Jersey tersebut mencetak 17,3 PPG dalam 29 game. Bell juga pernah tampil di NCAA Division II bersama Holy Family Tigers (2016-17) dan Lynn Fighting Knights (2017-18). Total dia tampil 45 game dengan rata-rata 16,9 PPG. 

Pemain yang berposisi sebagai guard ini ternyata punya catatan yang menarik di penampilan terakhirnya. Bell pernah bermain di Liga MB El Savador, membela klub Fantasmas De San Vicente. Inilah saat-saat dimana dia membuat catatan yang fanstastis. Dalam 20 game, Randy Bell mencetak 22,9 PPG, 10,5 RPG, dan 2,0 APG. FG precentage-nya mencapai 49,2%, dan 3PTS precentage sebesar 31,4%. 

Bell menjadi pendulang angka terbanyak kedua di klubnya. Dari 21 pertandingan, Fantamas mengoleksi 14 kemenangan. Kehadiran Bell membuat timnya bisa menduduki peringkat ketiga dalam hal Points Per Games klub selama semusim. Fantamas mencetak rata-rata 91,9 PPG. 

Dengan bekal catatan statistik di musim terakhirnya, maka Bell tentu bakal jadi tumpuan Bumi Borneo. Sementara dengan usia muda, dia bisa melebur bersama pemain-pemain muda lainnya. (*)