Prawira Akhiri Era Andre Yuwadi


Jul 02, 2021

Menilik perjalanan Prawira Bandung (dulu: Garuda Bandung), di IBL Pertamax dalam lima musim terakhir memang menarik. Ada nama Andre Yuwadi yang bercokol sebagai staf kepelatihan. Andre pun selalu ada di jajaran kepelatihan, meski Prawira sempat mengganti head coach. Tapi akhirnya, era Andre Yuwadi sudah berakhir setelah kegagalan mereka di IBL Pertamax 2021.

Sebenarnya, keputusan untuk berpisah dengan Andre Yuwadi kali ini bukanlah langkah yang diambil setelah mereka gugur di Playoffs IBL Pertamax 2021, karena kalah dari West Bandits Solo. Kalau mengutip kata-kata Teddy Tjahjono selaku Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB) sebagai pemilik Prawira, Andre Yuwadi memang habis kontrak. Dan, manajemen Prawira memilih untuk tidak memperpanjang kontrak tersebut. 

"Sebenarnya keputusan ini tak serta-merta datang karena hasil di playoff," katanya. "Ini lebih ke akumulasi dari seluruh yang terjadi di musim ini. Mulai dari prestasi kami di playoff dan akhirnya sampai di ronde pertama lalu. Secara materi, kami yakin kami bisa lebih baik lagi. Kami pun mematok target yang lebih tinggi."

Sebenarnya, keputusan ini memang sudah bisa dibaca sebelumnya. Sebab, sejak musim 2020 lalu, Andre bukan pilihan utama Prawira sebagai arsitek. Musim lalu ada Giedrius Zibenaz dari Lithuania yang menjadi head coach Prawira. Hanya saja, dalam roster masih ada nama Andre Yuwadi sebagai asisten pelatih. Sayang, musim lalu liga terhenti karena pandemi Covid-19. Giedrius tidak bisa memperpanjang kerjasama, dan manajemen Prawira kembali menunjuk Andre Yuwadi duduk di kursi panas head coach. 

Namun, meski dibekali amunisi yang mewah. Andre belum bisa membawa prestasi terbaik bagi Prawira. Manajemen memberi target juara musim ini, dan itu tidak bisa diwujudkan. Padahal secara materi pemain, Prawira jauh lebih baik. Ada Abraham Damar Grahita sebagai MVP IBL 2020 di dalam rosternya. 

Tapi kali ini era Andre Yuwadi sudah selesai. Manajemen memutuskan untuk menyewa jasa pelatih asing lagi. Kali ini sudah dikenal di liga Basket Indonesia, yakni David Singleton. Pelatih yang pernah menangani Pacific Caesar Surabaya dan musim lalu membawa KAI Bima Perkasa Jogja sampai ke babak Playoffs. Singleton sendiri sukses menyabet gelar Coach of the Year IBL Pertamax 2021.

"Mudah-mudahan ini jadi langkah baik di tim ini. Semua tahu kualitas David Singleton," kata Abraham Damar Grahita.

Bila diingat-ingat, era kepemimpinan Andre Yuwadi di Prawira ini sudah dimulai sejak 2016. Setelah dirinya tidak lagi menjadi pelatih Stadium Jakarta, Andre merapat ke Prawira sepeninggalan coach Fictor G. Roring. Kalau dihitung musim kompetisi, Coach Andre sudah lima musim bersama Prawira. Tapi selama kepemimpinannya, Prawira tidak pernah menjadi finalis IBL. Kini Prawira akan mencoba membangun kekuatan di bawah kepemimpinan David Singleton. (*)