Potensi Pemain Papua di IBL


Jul 29, 2021

Banyak kemajuan yang sudah dicapai oleh IBL sebagai liga profesional Indonesia. Salah satunya menjangkau basket di wilayah yang lebih luas. Itu bisa dilihat dari munculnya pemain dari seluruh Indonesia, termasuk Papua. 

Kalau dilihat dari sejarah liga, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, dulu di tahun 2013 hanya ada tiga pemain asal Papua. Mereka adalah Yopie France Giay, Rionny Rahangmetan, dan Vinton Nolland Surawi. Mereka kini sudah tidak lagi bermain di liga profesional. Terakhir mungkin hanya Vinton dan Rionny yang sempat merasakan IBL era baru. 

Tapi bukannya hilang, namun jumlah pemain Papua terus bertambah dari musim ke musim. Di tahun 2021 saja, ada beberapa nama yang muncul seperti Riggs Parieri Ronsumbre, Henry Cornelis Lakay, Melki Sedek Basik Basik, Hengki Infandi, Imanuel Onawame, Achmad Jufri Abdu, dan Armando Fredik Yegiwar. Mereka kini meramaikan persaingan liga kasta tertinggi di Indonesia. 

 

Kehadiran NSH Mountain Gold Timika, juga mendorong agar pemain Papua bisa mendapatkan tempat di tim profesional. Mereka bisa mewujudkan mimpinya menjadi pemain basket, seperti Imanuel Onawame dan Achmad Jufri Abdu. Keduanya memang belum punya menit bermain yang banyak, namun seiring pengalaman bermain, maka mereka bisa diandalkan. Sama seperti Armando yang bergabung dengan Indonesia Patriots, program PP Perbasi yang berisi pemain muda berbakat di tanah air. 

Sementara, beberapa nama memang sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Hengki Infandi yang bermain untuk NSH Mountain Gold Timika merupakan salah satu point guard kepercayaan pelatih. Musim 2021 dia bisa mencetak 3,2 PPG, 2,7 RPG, dan 0,7 APG dalam waktu 14,1 menit per game. Hengky punya kecepatan dalam melakukan penetrasi ke paint area. 

Selain Hengky, Riggs juga punya kemampuan serupa. Dia bisa melalukan drive-drive cepat ke arah ring. Dia dipasang ketika Hangtuah membutuhkan pemain yang bisa menerapkan strategi fast-break. Riggs merupakan senjata rahasia di lini kedua Hangtuah.

Berbeda dengan kedua pemain tersebut, Henry Lakay mungkin yang paling menonjol. Lakay saat ini bermain di Satya Wacana Saints Salatiga. Dia mengikuti jejak idolanya, Yopie France Giay, yang dulunya juga bermain di Satya Wacana. Lakay punya tinggi 196 cm yang mendukung perannya di bawah ring. 

 

Soal kontribusi, Henry Lakay menetal 6,7 PPG, 4,2 RPG, dan 1,5 APG di IBL Pertamax 2020. Efektifitas Henry meningkat di musim berikutnya. Pada IBL Pertamax 2021, dia mencetak 7,0 PPG, 5,0 RPG, dan 1,5 APG. Efektifikas meningkat bisa dilihat dari catatan statistiknya naik, namun menit bermainnya lebih sedikit dibandingkan musim sebelumnya. 

Harapannya, musim depan akan semakin banyak putra Papua yang tampil di IBL. (*)