Perkembangan Berkala Tes PCR di IBL Camp


Mar 17, 2021

Tes usap Polymere Chain Reaction kembali dilakukan di dalam gelembung Kompetisi IBL Pertamax 2021 di Robinson Cisarua Resort, Kabupaten Bogor, Selasa, 16 Maret. PCR diikuti 457 orang terdiri dari pemain, ofisial, wasit. Petugas pertandingan dan panitia.

Dari 457 orang yang  melaksanakan PCR terakhir, hanya satu orang yang terpapar Covid-19. Hasil ini adalah sebuah penurunan signifikan dibanding tes-tes PCR sebelumnya. 

“Pada bulan Januari hasil PCR seluruh tim dan panitia IBL menunjukkan 69 orang terpapar. Kemudian pada tes berikutnya 6 Maret, jumlah orang terpapar menurun drastis menjadi 17 orang, dan pada tes sebelum memasuki gelembung 8 Maret tinggal 13 orang terdeteksi positif Covid-19. Tes PCR terakhir hanya satu orang  positif terinfeksi,” jelas Junas Miradiarsyah , Direktur Utama IBL.

Disiplin ketat dan tegas menjadi kunci meminimalisir menyebarnya Covid-19. Protokol kesehatan yang dilakukan IBL sudah menunjukkan hasil signifikan dalam mengurangi dan mencegah penyebaran virus tersebut.

Pelaksanaan protokol kesehatan ketat memang berdampak signifikan. “Dari sisi penurunan terlihat jelas sekali. Walau demikian kita tidak boleh lengah dan harus tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan serta #salingjaga,” papar Junas.

Protokol kesehatan ketat memang dijalankan IBL sebelum semua peserta memasuki gelembung.  Pada tanggal 1, 6 dan 8 Maret telah diadakan rangkaian tes usap PCR diikuti  156 pemain, 100 orang pelatih dan ofisial, 145 orang panitia, wasit, perangkat pertandingan, staf IBL dan panitia pelaksana serta 57 karyawan Robinson Cisarua Resort Kemudian pada Selasa 16 Maret, dilakukan PCR keempat bagi semua peserta yang hasilnya menunjukkan seorang wasit terpapar Covid-19 yang diduga berasal dari klaster keluarga.

“Dari 457 orang terdeteksi satu orang wasit, Rendy Putra Dwiantino.  positif Covid-19. Dia sudah dibawa ke rumah sakit rujukan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut,” kata Junas.

Rendy diduga terkena virus tersebut dari klaster keluarga. “Rendy sebelumnya sudah menjalani tiga kali PCR sebelum memasuki gelembung dan semua hasilnya negatif. Baru pada saat PCR keempat keluar hasilnya positif. Ternyata, selama di gelembung ada kabar orangtua dan adik Rendy terkonfirmasi  positif Covid 19 pada tanggal 10 Maret, sementara Rendy masuk gelembung pada 8 Maret,” jelas Junas. Diduga Rendy terpapar pada 8 Maret sebelum memasuki gelembung, dan saat dilakukan PCR pada 8 Maret hasilnya masih negatif sehingga diperbolehkan memasuki gelembung.

Tindakan mitigasi segera dilakukan IBL. Selain Rendy dibawa ke rumah sakit rujukan , wasit-wasit lain yang pernah bertugas bersamanya diperiksa dan dikarantina. Pemeriksaan juga akan dilakukan kepada setiap tim yang kala bertanding dipimpin oleh Rendy.

Setelah di evakuasi di ruang isolasi mandiri di bawah pemantauan  dokter dan tim ahli dari RS Royal Progress, Rendy kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo agar mendapat perwatan sesuai prosedur dari pemerintah, sebab Rendy juga bergejala ringan sakit tenggorokan dan batuk berdahak.

IBL juga telah melakukan disinfektansi pada kamar tempat tinggal dan seluruh fasilitas di Robinson Cisarua Resort serta melakukan tracing siap saja yang pernah melakukan kontak erat dengan Rendy. Tes cepat antigen dilakukan pada 18 wasit lainnya.

“Mitigasi dan protokol kesehatan akan selalu dijalankan dengan disiplin ketat Semoga tak ada  lagi  yang terpapar Covid-19 lagi,” harap Junas.

Junas  berharap pemeriksaan lanjutan pada semua yang pernah kontak dengan Rendy mendapatkan hasil bagus. “IBL memulai musim dengan protokol kesehatan ketat dan dengan prosedur penanganan yang sudah direkomendasi pihak yang kompeten seperti dari Kementerian Kesehatan, BNPB dan Rumah Sakit Royal sebagai mitra kami. Protokol dan prosedur tersebut akan selalu kami jalankan dengan disiplin ketat,” tegas Junas.