Pemain Pacific Caesar Surabaya, Gregorio Claude Wibowo, mengakui permainan timnya tidak stabil saat menghadapi Kesatria Bengawan Solo, Minggu (8/2). Situasi tersebut membuat performa pemain labil.
Pacific Caesar Surabaya menelan pil pahit saat berjumpa Kesatria Bengawan Solo. Tim Kota Pahlawan kalah telak dengan skor 68-93.
Permasalahan utama yang diakui Gregorio ada pada tembakan tiga angka yang tak berjalan. Situasi tersebut membuat pola serangan menjadi buntu.
"Karena kami benar-benar sudah mentok banget. Ketika tembakan tiga angka tidak jalan, pasti kami tak berkutik di serangan," ujar Gregorio.
Asisten Pelatih Pacific Caesar Surabaya, Andi Prasetyo, mengamini pernyataan tersebut. Ada inkonsistensi permainan saat kuarter kedua dan ketiga.
"Kami harus mengakui keunggulan KBS, terutama di kuarter kedua dan ketiga, jadi dua kuarter itu menjadi kunci dari hasil pertandingan," kata Andi.
0 Comments