Penyebab IBL Pertamax 2020 Tak Dapat Diundur Lagi


Oct 16, 2020

Manajemen IBL memutuskan tidak kembali memundurkan kelanjutan IBL Pertamax 2020 setelah tidak dapat terselenggara pada 13-27 Oktober dikarenakan perizinan kegiatan yang belum dapat dikeluarkan hingga batas akhir persiapan. 

Dari sisi persiapan teknis lanjutan Kompetisi IBL Pertamax 2020 di Mahaka Square Arena, Jakarta sudah sangat matang dan koordinasi intensif dengan Hotel Santika Kelapa Gading yang rencana sebagai lokasi gelembung pertama kali di Indonesia sudah maksimal. “Kami pun telah mempersiapkan yang terbaik seperti persiapan sterilisasi seluruh area yang akan digunakan dan kami juga telah melakukan tes kesehatan pada karyawan kami yang rencana bertugas nantinya” ungkap Reza Bovier selaku GM Hotel Santika Kelapa Gading.

Perbasi juga mengetahui semua proses dan kendala yang dialami IBL. "Jika kembali dimundurkan namun masih dengan ketidakpastian, kita khawatir dengan kondisi klub dan pemain, sebab kita juga harus menjaga momentum untuk musim berikutnya " tutur Ferry Jupri ,Manager tim Amartha Hangtuah  

Kemungkinan terburuk ini sudah diketahui oleh klub-klub peserta IBL sejak awal. "Bahkan saat  rapat awal kita rencanakan berlanjut di bulan Juni, kemudian harus mundur 4 September sebelum memutuskan dilanjutkan pada 13 Oktober dan akhirnya diputuskan tidak berlanjut," ungkap Ferry

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih menerima pembatalan gelembung lanjutan Kompetisi IBL 2020. " Untuk menunda lagi juga susah di tengah ketidakpastian ini. IBL pun juga harus fokus pada persiapan musim depan," kata Danny. Tambahan juga soal rencana fiba kualifikasi Asia di November yang pastinya membutuhkan pemain terbaik di Indonesia dan membutuhkan pemain-pemain terbaik yang ada di IBL untuk Timnas Indonesia. Semua rangkaian ini saling berkaitan, ujar Danny kosasih.

"Sulit sekali untuk dimundurkan. Di bulan November kita juga harus sudah melakukan persiapan untuk musim Kompetisi IBL 2021. Selain ada beberapa rangkaian program yang perlu dilakukan sebelum musim dimulai, seperti IBL Rookie, IBL Draft yang juga terpenting adalah momentum persiapan kondisi fisik pemain perlu diperhatikan agar untuk memasuki musim baru dalam kondisi prima. Dengan situasi saat ini saja sebetulnya sudah mepet" kata Junas, Direktur Utama IBL.

Tidak terselenggaranya kelanjutan kompetisi musim ini harus menjadi hikmah bagi semua. "Kita kini memiliki standar lebih tinggi dalam pelaksanaan kompetisi dengan disiplin pada protokol kesehatan yang telah disusun dan harus membuat kedepannya terus lebih baik", ujarnya.

"Semoga pandemi segera berlalu dan kita kembali berjumpa di lapangan. Jangan lupa untuk tetap #SalingJaga," pungkasnya.