Pemain Terbaik: Pembuktian Kualitas Arki Dikania Wisnu


May 19, 2020

Rasanya sudah banyak yang menulis sejarah tentang Arki Dikania Wisnu. Pemain berkebangsaan Indonesia, namun lahir dan besar di New York, Amerika Serikat. Kisahnya tetang basket juga sudah banyak ditemukan di laman website lain. Namun fokus kali ini membahas tentang peran Arki di Satria Muda Pertamina Jakarta di musim 2017-2018.

Pada NBL 2014-2015, Satria Muda juara setelah mengalahkan Pelita Jaya. Kemudian pada IBL 2016, Satria Muda menjadi runner-up karena kalah dari CLS Knights Surabaya di final. Setelah itu, runtuhlah generasi senior Satria Muda. Ronny Gunawan yang menjadi pemain senior sekaligus panutan tim, memilih pensiun pada tahun 2016. Pada IBL 2016-2017 atau era pemain asing pertama, Satria Muda kalah dari Pelita Jaya di final.

Di awal musim 2017-2018, Satria Muda belum bisa memainkan Arki. Arki sebelumnya memang fokus mengembalikan kondisi kakinya pasca cedera. Arki mengalami cedera telapak kaki kanan (lisfranc injury) di fase-fase akhir IBL 2016-2017. Sehingga kondisinya kurang baik saat Satria Muda tampil di final musim lalu. Ia juga menderita cedera bahu. 

Dengan kondisi tersebut, Arki masih bermain untuk tim nasional Indonesia pada SEA Games 2017 di Malaysia beberapa bulan lalu. Setelah itu, ia memilih untuk beristirahat total demi mengembalikan kondisinya. Arki pun absen saat Satria Muda menjalani laga uji coba di Malaysia dan Singapura. Bahkan hingga regular season dimulai, Arki masih menjalani terapi. 

Satria Muda saat itu memang sudah terlihat perkasa. Bahkan tanpa Arki di tiga pertandingan awal. Namun kembalinya Arki membuat Satria Muda dominan. Dari 14 laga regular season, Satria Muda menang 13 kali. Arki dinobatkan sebagai MVP dengan torehan statistik 10,0 PPG, 3,9 RPG, 3,4 APG, dan 2 SPG. Sayangnya, saat itu Arki belum mampu membawa Satria Muda juara liga. Mereka kalah 1-2 atas Pelita Jaya. 

Arki bukan hanya sekadar pemain kunci, tapi sudah jadi ikon tim Satria Muda. Selama menjadi pemain sejak tahun 2011 hingga sekarang, deretan prestasi gemilang ditorehkan, baik bersama Satria Muda maupun Indonesia Patriots. Prestasi tersebut adalah Juara ABL (2012) Juara IBL (2018), 2 kali juara NBL Indonesia (2012, 2015), 2 kali MVP Final NBL Indonesia (2012, 2015) MVP IBL (2017), 4 kali IBL All-Star (2017-2020), dan masih banyak deretan penghargaan individu lainnya. 

Kini memasuki usia 32 tahun, Indonesia masih membutuhkan Arki. Terbukti setelah hasil buruk di SEA Games 2019 Manila lalu, timnas Indonesia akhirnya memanggilnya bergabung di pemusatan latihan. Arki sudah bermain bersama Indonesia Patriots sebagai tim yang dibentuk untuk latihan timnas Indonesia, dan tampil di IBL Pertamax 2020. Dengan rata-rata bermain selama 20 menit, Arki bisa mengoleksi 7,1 PPG, 3,5 RPG, dan 2,7 APG. (*)