Pemain IBL dapat Wejangan Berharga dari Legenda Basket Indonesia


Mar 03, 2020

Sebelum Indonesia Basketball League (IBL) Pertamax 2020 Kediri dimulai, para pemain dari seluruh tim dikumpulkan di GOR Jayabaya, Kamis (27/2). Mereka mendapat siraman motivasi dari legenda basket Tanah Air, Muhammad Rifky.

Para pemain mendapat wejangan tentang bagaimana berperilaku sebagai atlet yang baik. Tak hanya di lapangan, seorang atlet juga harus menjaga sikap di keseharian.

Rifky turut mengajarkan kepada para pemain tentang menjadi perwakilan klub. Saat diwawancara media, pemain harus tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan dengan baik.

Rifky dipercaya memberi motivasi karena memiliki pengalaman segudang seperti menjadi juara Kobatama non pemain asing tahun 1990 dan 1991. Bersama Aspac tiga kali menjadi juara Kobatama di tahun 1995, 1996 dan 1997.

Yang paling dikenang penggemar bola basket barangkali adalah saat final melawan Panasia Indosyntec tahun 1995, bermain dengan rambut berwarna hijau, Rifky menjadi pahlawan Aspac, tembakan tiga angkanya di detik terakhir membuat Aspac menjadi juara dengan menang 73-70.

“Pengalaman yang bermanfaat. Dari mas Rifky saya jadi tahu bagaiman bersikap di depan media,” ujar pemain Pelita Jaya Bakrie, Adhi Pratama.

Senada dengan Adhi, pemain Satria Muda Pertamina Jakarta, Sandy Ibrahim, mendapat banyak ilmu setelah pembekalan dari Rifky.

“Intinya adalah tentang bagaimana bersikap sebagai seorang atlet yang baik,” tutur Sandy.

Kesempatan memotivasi para pemain IBL menjadi kebanggaan bagi Rifky. Saat di Kediri, peraih gelar juara Kobatama 1991 itu juga bertemu dengan beberapa rekan lama.

“Di sela acara menginfluence para pemain, Alhamdulillah saya dipertemukan dengan rekan setim saat SEA Games 1989 mereka adalah Gwan Ming, Gwang Chin, Wiryono, dan Pek King Sing,” ujar Rifky.