Pekerjaan Rumah Berat untuk Pelatih Hangtuah


Jul 08, 2021

Amartha Hangtuah tidak lagi dipegang oleh pelatih senior Rastafari Horongbala. Mereka sedang mencari sosok pemimpin yang baru. Tapi itu bakal tidak mudah, karena pelatih baru nanti dihadapkan pada pekerjaan rumah yang berat. 

Hangtuah menjadi tim dengan presentase kemenangan terendah kedua di IBL Pertamax 2021. Mereka hanya menang dua kali dari 16 pertandingan, atau dengan kata lain hanya mencetak 13% untuk win precentage. Itu jauh dari yang diharapkan manajemen dengan komposisi tim yang dibangun bertumpu pada pemain-pemain muda. 

Bahkan kalau dilihat dari sisi roster, seharusnya Hangtuah bisa lebih baik ketimbang Satya Wacana Salatiga. Namun kenyataannya sebaliknya, Satya Wacana bisa mengantungi empat kemanangan musim lalu. Hangtuah jadi tim yang sulit sekali menang di setiap pertandingannya.

Penurunan performa Hangtuah sudah dimulai sejak musim 2020. Mereka sempat kalah lebih dari lima pertandingan berturut-turut, sebelum akhirnya mendatangkan Rastafari Horongbala. Pelatih veteran itu menyelamatkan Hangtuah dari keterpurukan. Tapi nyatanya dia tidak mampu meningkatkan performa Hangtuah musim ini. 

Kalau dari sisi roster dan teknis, sebenarnya tidak ada masalah bagi Hangtuah. Meski tidak punya bigman yang mumpuni, Hangtuah punya akurasi tembakan jarak jauh dan kecepatan. Ini bisa dijadikan senjata sekaligus menutupi kelemahan. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, tembakan-tembakan itu tidak muncul seiring berkurangnya kepercayaan diri pemain. Ini yang jadi masalah sesungguhnya di tim Hangtuah.

Mereka seperti hilang motivasi bermain setelah rentetan kekalahan mulai dari IBL 2020 hingga prestasi buruk di musim 2021. Padahal kalau kita semua ingat, Hangtuah pernah jadi tim yang disegani di periode 2017 hingga 2019. Mereka juga pernah menembus babak empat besar. Sampai-sampai sempat disebut-sebut jadi favorit peraih gelar juara. Sayangnya harapan tersebut sirna.

Jadi siapa yang akan dibebani tugas berat tersebut? Tentunya pelatih yang baru nanti. Sosok ini harus mampu membangkitkan kepercayaan diri para pemain Hangtuah untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan. Ini yang bakal jadi pekerjaan rumah yang berat. (*)