News Event

Pacific Terlalu Mudah Kehilangan Momentum

08 February 2026
|

Pacific Caesar Surabaya harus menjalani back-to-back game dalam lanjutan musim reguler IBL GoPay 2026, pada Minggu malam (8/2). Mereka menjamu Kesatria Bengawan Solo, yang datang dengan fisik yang prima setelah seminggu istirahat. Hasilnya, Pacific terlalu mudah kehilangan momentum, yang membuat mereka tertinggal 36-48 di babak pertama. 

Pacific masih pincang karena Miguel Miranda belum bisa diturunkan lantaran cedera. Sehingga lima pemain intinya adalah R. Azzaryan Pradhitya Jati, Adonnecy Joshua Bramah, Daffa Dhoifullah, Gregoryshon Magee, dan Christian Yudha. Dari kubu Kesatria, pemain yang jadi starting five yaitu Abraham Renoldi Wenas, Deon Thompson, Rashad Vaughn, Avan Seputra, dan Kentrell Barkley. 

Kedua tim mengawali laga dengan persaingan sengit. Meski Pacific sempat tertinggal sembilan angka (9-18), mereka masih bisa mengejarnya. Melalui three point play Bramah, Pacific bisa mendekat 19-20. Tetapi dalam satu menit terakhir, Kesatria bisa menciptakan laju 8-3 untuk mengungguli tuan rumah 28-22 di kuarter pertama. 

Pacific ternyata harus kehilangan Azzaryan, karena dia tidak kembali setelah mendapatkan perawatan. Dia keluar setelah bermain kurang dari empat menit dan menyumbang empat poin. Head coach Andika Supriadi Saputra akhirnya memasukkan M. Aulaz Ariezky Septano dan Gregorio Claudie Wibowo secara bergantian. Namun hilangnya Azzaryan membuat pertahanan di backcourt melemah. 

Memasuki kuarter kedua, Pacific mencoba untuk merebut keunggulan dari Kesatria. Di menit keenam kuarter kedua, Bramah memasukkan bola dengan tip-in, yang menjadikan skor hanya terpaut dua angka (34-36). Tetapi lagi-lagi mereka kehilangan momentum dengan mudah. Kesatria mengumpulkan 10 poin tanpa balas untuk menjauh dari Pacific dengan jarak 12 angka (46-34). Kuarter kedua ditutup dengan skor 48-36 untuk keunggulan Kesatria setelah Christian Yudha dan Rashad Vaughn memasukkan dua angka untuk timnya masing-masing. 

"Fokus kami adalah mempersulit Bramah di sepertiga lapangan. Karena kalau Bramah bisa coast to coast, itu terlalu berbahaya bagi kami. Sementara agresif dalam defense dan offense terus kami jaga, agar lawan tidak bisa mendapatkan momentum," kata asisten pelatih Kesatria, Rachmad Febri Utomo, sebelum dimulainya kuarter ketiga. (*)

Baca Juga: Membakti Lebih dari Setengah Abad

0 Comments