Pacific Caesar Surabaya mengambil keputusan tepat untuk melakukan pergantian pemain asing, menyusul cedera torn hamstring yang dialami Miguel Miranda. Pemain penggantinya juga sudah diperkenalkan, yaitu Xavier Cannefax. IBL Fans sudah tidak asing lagi dengan pemain berkebangsaan Amerika Serikat tersebut.
Cannefax sudah dua musim bermain di IBL bersama tim Bali United, yaitu di musim 2024 dan 2025. Bahkan di musim terakhirnya, dia ditunjuk sebagai kapten tim. Sudah pasti karena Cannefax punya kelebihan dalam hal kepemimpinan di lapangan.
Tak hanya itu saja, Cannefax punya kemampuan yang lengkap sebagai playmaker dan sekaligus punya naluri untuk mencetak poin. Dalam 25 laga di musim reguler 2024, Cannefax rata-rata mencetak 19.6 poin, 3.4 rebound, 4.8 assist, dan 1.3 steal per game. Kemudian pada musim 2025, dia mencetak 19.2 poin, 4.4 rebound, 4.2 assist, dan 1.1 steal per game dalam 23 pertandingan.

Dalam dua musim di IBL, Cannefax tercatat pernah delapan kali mencetak 30 poin atau lebih dalam satu pertandingan. Dan, yang paling tinggi adalah 37 poin saat Bali United kalah (99-107) dari Pacific Caesar Surabaya, yang notabene kini menjadi tim yang merekrutnya.
Pacific jelas punya harapan besar terhadap Cannefax. Namun lagi-lagi Pacific tetap harus memiliki strategi yang tepat untuk memanfaatkan semua kelebihan Cannefax. Di sisi lain, tim Pacific juga harus bisa meredam emosi Cannefax yang kadang tak terkendali di pertandingan. Buktinya, musim lalu dia diberi hukuman skorsing tiga laga karena melakukan pelanggaran keras.
Namun di luar dari cerita kelam musim lalu, Pacific jelas butuh jasa pemain seperti Cannefax. Pemain yang bisa menjadi playmaker yang memiliki penguasaan bola yang baik, serta kemampuan untuk mencetak poin. (*)
0 Comments