Oki Wira Sanjaya Tambah Ketajaman Hangtuah


Feb 02, 2021

Menarik bila melihat dengan seksama roster Amartha Hangtuah Jakarta di gelaran IBL 2021 nanti. Sebab dari 14 nama pemain, hanya ada lima pemain bigman. Itu pun mereka berusia relatif muda, bukan nama-nama terkenal di basket Indonesia. Ini menunjukkan bahwa Hangtuah akan menyerang dengan guard dan ketajaman tembakan jarak jauh. Oleh sebab itu, Hangtuah merekrut Oki Wira Sanjaya.

Oki kental dengan aroma Aspac di era 2000-an. Bahkan, saat Aspac mendapatkan gelar back-to-back Champions NBL Indonesia 2013 dan 2014, hingga juara IBL 2018-2019, Oki Wira tidak pernah ketinggalan. Bila Hangtuah sekarang ditangani oleh Rastafari Horongbala, maka Oki dianggal reuni dengan mantan pelatihnya tersebut. Artinya, Oki sudah paham betul strategi yang dimainkan oleh Rastafari. 

Sebelum jauh membahas tentang Oki, ada baiknya mengingat kembali peran Rastafari di Hangtuah musim lalu. Hangtuah membuat rekor buruk di paruh musim pertama IBL 2020. Mereka hanya menang sekali dari sembilan pertandingan. Ironisnya, Hangtuah sudah melakukan berbagai cara untuk mengangkat performa tim. Termasuk mengganti pemain asing. Akhirnya di Seri 5 Kediri, strategi terakhir mereka berbuah hasil.

Hangtuah menggeser posisi Harry Prayogo ke asisten pelatih. Sedangkan kursi head coach diberikan kepada pelatih veteran, Rastafari Horongbala. Baru sekali bertanding, Rastafari bisa membawa Hangtuah menang 83-78 atas Satya Wacana Salatiga, di GOR Jayabaya, Kediri, 28 Februari 2020. Di bawah asuhan Rastafari, Hangtuah mencetak rekor 3-2. Sampai akhirnya liga harus dibatalkan karena pandemi Covid-19 saat Hangtuah sedang panas-panasnya. 

Kembali ke persiapan musim 2021. Tidak ada yang berubah dari tim inti Hangtuah. Mereka masih punya Kelly Purwanto, Abraham Rinoldi Wenas, Gunawan, hingga Stevan Wilfredo Neno. Justru yang mengejutkan, Hangtuah mampu mengembalikan Oki Wira Sanjaya, yang sudah berhenti dari liga profesional sejak 2019. 

Oki sejatinya tidak benar-benar pergi dari basket profesional. Dia ikut timnas Indonesia setelah membawa Stapac juara IBL 2018-2019. Sempat ikut TC timnas 5on5, tapi akhirnya bisa ke SEA Games 2019 dan mempersembahkan medali perak lewat cabang olahraga 3x3. Sampai akhirnya, ketika dirinya berniat kembali tampil di IBL, Oki sudah terlambat.

"Saya tidak dapat tim untuk IBL 2020," ungkapnya.

Hangtuah dianggap sebagai tim yang tepat untuk Oki bisa tampil lagi. Hangtuah punya tim yang membuatnya nyaman, dan paling penting berdomisili di Jakarta. Oki memang tidak ingin meninggalkan ibukota. 

Berbicara soal permainan, Oki disebut sebagai salah satu shooter terbaik di tanah air. Dari data statistik sejak 2010 hingga 2015, Oki mencetak tripoin di atas 30 persen. Namun ada masa saat akurasi tembakannya turun pada musim 2012-2013. Produktifitasnya saat itu menurun karena kehadiran Andakara Prastawa Dhyaksa. 

Bila ingin membandingkan performa Oki musim depan, maka akan bisa terlihat dari data statistik Oki di IBL 2016. Di mana saat itu liga tidak menggunakan jasa pemain asing. Oki mencetak rata-rata 11,3 PPG, ditambah 4,2 RPG dan 1,8 APG. Jadi bila dia bisa bermain sebaik musim 2016, maka Hangtuah bakal semakin tajam. Sebab Hangtuah sudah punya dua penembak jitu terbaik, yaitu Gunawan dan Sevly Rondonuwu. Keduanya sama-sama punya 3PTS-FG di atas 30 persen. 

Hangtuah punya Kelly dan Abraham Wenas yang bisa membuat situasi di pertandingan. Lantas mereka hanya perlu mencari waktu yang tepat untuk memberikan bola kepada para shooter. Menarik untuk melihat bagaimana Hangtuah tampil musim depan. (*)