Melki Sedek Basik Basik Menunggu Kesempatan


Feb 11, 2021

Melik Sedek Basik Basik, nama yang sudah masuk roster tim-tim IBL sejak 2016 silam. Namun sampai sekarang dirinya belum punya kesempatan menunjukkan diri. Kali ini bersama tim barunya, NSH Montain Gold Timika, dia diharapkan bisa mendapat kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan kemampuannya.

Melki bukan nama baru di kancah profesional Indonesia. Sekedar mengingat bahwa dirinya sudah bermain di IBL sejak 2016 silam. Saat itu, Melki menjadi rookie yang diambil oleh Fictor Gideon Roring, saat mengasuh Garuda Bandung. Waktu itu, ada beberapa rookie yang dimasukkan ke tim Garuda seperti Hengki Infandi, Gabriel Batistuta Rizky, M. Nur El Islamy, M. Alfi Nurdin, dan Melki. 

Sebagai pemain baru, wajar kalau Melki belum muncul potensinya. Dari catatan statistik di website resmi IBL, Melki hanya mencetak 1,1 PPG dan 1,5 RPG dalam waktu bermain rata-rata enam menit per pertandingan. Tapi apes bagi Melki. Karena sebelum bisa mengembangkan dirinya di Garuda, badai keuangan melanda tim tersebut. Melki harus mencari rumah baru untuk melanjutkan perjalanan karirnya. Tetapi tawaran tak kunjung tiba, sampai dia harus berhenti satu musim. 

Kemudian pada bulan September 2017, tepatnya sebelum IBL musim 2017-18 dimulai, Melki diumumkan menjadi pemain Bima Perkasa Jogja. Pelatih Raoul Miguel Hadinoto menyebutnya sebagai pemain muda yang punya potensi. Hanya perlu diasah terus menerus. Dalam arti, Melki harus punya kesempatan bermain atau minute play. Lagi-lagi kesempatan itu tak kunjung tiba, karena IBL sudah penuh sesak dengan persaingan bigman asing. Melki hanya punya waktu ebrmain enam menit per pertandingan. 

Lepas dari Bima Perkasa, Melki kembali ke tim asal kota Bandung Siliwangi. Namun setelah Melki bergabung, Siliwangi pindah home-base ke Bogor, dan berubah nama menjadi Bogor Siliwangi. Di sini dia bisa punya kesempatan yang besar. Melki mampu mencetak 6,2 PPG dan 6,7 RPG di IBL GO-JEK Tournament 2018, di Sritex Arena, Solo. Dia bermain selama 24 menit per pertandingan. Tapi di reguler season, menit bermainnya menurun drastis, hanya 4 menit per pertandingan. Lagi-lagi cerita tahun 2018 berulang. Melki tidak punya tim untuk mengarungi IBL 2020. 

Kali ini keberuntungan menghampirinya. Melki bisa bersatu dengan anak-anak basket dari Indonesia Timur, setelah NSH bergabung dengan Montain Gold Timika. Sementara, kesempatan untuk menunjukkan diri sudah terbuka lebar. Sebab liga akan digelar tanpa pemain asing. Inilah saatnya bagi Melki untuk memanfaatkan kesempatan yang ada. Dia harus mendapatkan menit bermain lebih banyak agar semua orang bisa melihat kembali potensi pemain dari Timur. (*)