Kontrak Para Pemain Prawira Habis, Untung-Ruginya Buat David Singleton


Aug 03, 2021

Dari data yang disajikan iblindonesia.com pada bulan Juni 2021, ada sekitar sembilan pemain Prawira Bandung yang kontraknya habis. Dengan hadirnya David Singleton sebagai pelatih baru, tentu menarik untuk disimak bagaimana dia meramu timnya. Apakah akan membuat skuad baru, atau memperpanjang kontrak pemain lama. 

Menjadi pelatih baru dengan situasi tim yang demikian bisa jadi untung dan rugi. Untungnya, David Singleton bisa membentuk tim sesuai dengan apa yang diinginkan. Tapi kerugiannya, tidak semudah itu membentuk tim baru, karena bisa berpengaruh pada chemistry tim. 

David sendiri punya pengalaman dalam hal ini. Ketika di mengasuh Pacific Caesar Surabaya, Singleton sudah punya kerangka tim. Karena saat itu masih ada Yerikho Chrispor Tuasela, Indra Muhammad, dan beberapa pemain lama. Pembelian Pacific juga tidak agresif seperti tim-tim lain, karena keterbatasan anggaran. 

Di sini, Singleton membuktikan kualitasnya sebagai pelatih kelas internasional. Dia mampu mengubah culture bermain di Pacific, dan mampu meningkatkan performa para pemain. Dia sendiri juga sudah dipilihkan pemain-pemain asing. Karena David datang setelah Draft Foreign Player IBL dilaksanakan. Meski musim tidak rampung, tapi David bisa meramu tim dengan baik. 

Berbeda cerita ketika dia ada di KAI Bima Perkasa. David datang, saat para pemain benar-benar fresh. Dalam artian, Bima Perkasa saat itu melakukan pembelian besar-besaran, serta merekrut beberapa pemain rookie. Sehingga bisa dikatakan bahwa David yang membentuk tim ini dari awal. Hasilnya juga luar biasa. David mampu mengembalikan Bima Perkasa ke papan atas, dengan tampil di Playoffs IBL Pertamax 2021. 

Belajar dari dua musim itu, serta situasi kontrak di Prawira saat ini, maka akan jadi menarik. Pemain yang masuk habis kontrak per-Juni 2021, menurut liga yakni Teemo, Firman Dwi Nugroho, Januar Kuntara, Pandu Wiguna, Arif Hidayat, Adrian Danny, Hans Abraham, Danny Ray, dan M. Dhiya'ul Haq. Dari nama-nama tersebut ada beberapa pemain yang masuk tim inti Prawira. 

David bisa saja meminta manajemen mempertahankan mereka agar chemistry tetap terjaga. Tapi karena David sendiri sudah tahu skuad Prawira, maka ada kemungkinan dia meminta pemain-pemain baru. Tentu dengan berbelanja pemain di bursa transfer IBL tahun ini. Keuntungannya, David bisa membentuk tim sesuai keinginannya sendiri. Sehingga penampilan tim di musim 2022 bisa dipertanggungjawabkan. 

Saat ini David Singleton masih ada di Kanada untuk memimpin tim berlaga di liga negara tersebut. Jadi kita tunggu saja, bagaimana langkah manajemen Prawira dan head coach baru David Singleton meramu tim untuk IBL 2022. (*)