Konsistensi Jadi Kunci di IBL Finals


Jun 02, 2021

Dua tim terbaik bertemu di partai puncak IBL Pertamax 2021. Pelita Jaya Bakrie berhadapan dengan Satria Muda  Pertamina di Britama Arena, Mahaka Square Kelapa Gading Jakarta Utara, 3, 4 dan 6 Juni.

“The Finals ini pasti ditunggu. Laga dua tim terbaik pasti seru. Dengan format best of three, walau tanpa penonton atmosfer final tetap kami jaga dengan sistem home and away. Pelita Jaya yang lebih bagus nilainya dalam babak regular akan dua kali menjadi home team,” jelas Junas Miradiarsyah, Direktur Utama IBL.

Satria Muda akan lebih dulu menjadi home team pada laga pertama, Kamis, 3 Juni. Pada pertandingan kedua, Jumat 4 Juni, giliran Pelita Jaya menjadi tim kandang, begitu pula jika diperlukan laga ketiga untuk menentukan juara pada Minggu, 6 Juni.

“Terima kasih kepada IBL yang sudah bekerja sangat keras menggelar kompetisi di tengah pandemi. Hal ini sungguh membahagiakan bagi semua, baik klub pemain maupun mereka yang berada di luar sana. Mari kita nikmati pertandingan-pertandingan final besok,” kata pelatih Pelita Jaya, Ocky Tamtelahitu.

Ucapan terima kasih juga diungkap pelatih Satria Muda asal Serbia, Milos Pejic. “Terima kasih IBL yang sudah mengorganisir dengan baik. Kami gembira bisa mencapai final. Kami siap menghadapi The Finals,” kata Milos.

Pada pertemuan babak regular di Robinson Cisarua Resort, 23 Maret lalu, Satria Muda berhasil menundukkan Pelita dengan skor 76-54, namun tak menjadi jaminan kemenangan akan dengan mudah kembali mereka raih. 

“New game, new story. Kami menaruh respek lebih kepada Pelita Jaya di babak final. Mereka tampil lebih baik dibanding babak regular,” ujar Milos lagi.

Kedua tim memiliki kekuatan berimbang, seperti diakui oleh Ocky. “Kekuatan kami berdua berimbang. Ada kelebihan di satu bagian, ada bagian yang lawan memiliki kelebihan,” tutur Ocky. “Konsistensi akan menjadi kunci penting dalam pertandingan final,” tegasnya.

Rekor pertemuan keduanya juga berimbang. Pelita Jaya dan Satria Muda sudah tujuh kali bertemu pada laga final kompetisi level tertinggi Indonesia. Hasilnya, Satria Muda memenangkan empat partai final, dan Pelita memenangkan tiga pertandingan final.

Dalam babak regular, dari sepuluh kali pertemuan sejak Kompetisi IBL 2015 kedua tim berimbang. Masing-masing memenangkan lima pertandingan. 

Kedua tim juga memiliki kepercayaan diri sama tinggi. Saat ditanya berapa gim dibutuhkan untuk menjadi juara, keduanya sepakat, 2 gim saja!

Kita tunggu, siapa yang lebih konsisten menampilkan permainan terbaik dan menjadi juara.