Kiprah Pendatang Baru dan Harapan untuk Kontenstan Baru


Jul 15, 2021

IBL melakukan ekspansi dalam dua tahun terakhir. Terutama dari sisi kontestan liga. Ada Louvre Surabaya, West Bandits Solo, dan Bali United Basketball. Di sisi lain, liga juga sudah melakukan seleksi untuk kontestan baru. Diharapkan mereka juga bisa meramaikan persaingan liga, seperti klub-klub pendatang baru tersebut. 

Louvre Surabaya bergabung dengan IBL di liga musim 2020. Klub milik Erick Herlangga tersebut ternyata membuat gebrakan baru. Mereka masuk lima besar di musim 2020. Kemudian ketika membawa nama Louvre Dewa United Surabaya, mereka juga berhasil menembus babak semifinal di IBL Pertamax 2021. Di regular season, Louvre menang 10 kali dari 16 pertandingan. Dengan kata lain, hanya butuh dua tahun bagi Louvre untuk masuk ke papan atas. 

Kini Louvre diakuisisi oleh Dewa United Surabaya. Tapi secara komposisi tim, diharapkan tidak banyak berubah. IBL Fans berharap agar Andika Supriadi Saputra dan anak asuhnya tetap menjadi ancaman nyata bagi dua finalis IBL, Pelita Jaya Bakrie Jakarta dan Satria Muda Pertamina Jakarta. Meski saat ini mereka bernaung di bawah bendera baru. 

 

 

Ada lagi kisah menarik tentang West Bandits Solo. Klub yang awalnya berkompetisi di level amatir, naik kelas ke liga profesional. Di tahun pertamanya, mereka langsung membuat kejutan. West Bandits membukukan delapan kemenangan dari 16 pertandingan di regular season. West Bandits bisa melaju ke semifinal IBL Pertamax 2021, di bawah asuhan Raoul Miguel Hadinoto. 

Tidak terlihat ada pergerakan roster di West Bandits, sehingga musim depan, sepertinya tim ini diharapkan mampu mempertahankan prestasinya. Atau malah mereka bisa mencapai final. 

Kiprah istimewa lain dicatatkan oleh Bali United Basketball. Terbilang sebagai kontestan baru, namun pergerakan mereka di bursa transfer cukup agresif. Mendatangkan beberapa pemain berkualitas seperti Lutfi Koswara, Surliyadin, Ponsianus Nyoman Indrawan, hingga Yo Sua. Bali United bisa mengumpulkan sembilan kemenangan dari 16 pertandingan di regular season. Tapi mereka gagal ke playoff, karena kalah head-to-head dengan KAI Bima Perkasa. 

Awalnya, tim ini punya Daniel Wenas. Namun karena cedera, Daniel terpaksa menepi hingga akhir musim. Belakangan Daniel berpisah dengan Bali United. Namun mereka sudah punya modal yang bagus untuk bersaing di papan atas. Strategi pelatih Alexandar Stefanosky cukup jitu dalam meramu kombinasi pemain senior dan junior di Bali United. 

Munculnya tiga klub baru ini jelas jadi harapan kemajuan liga untuk musim depan. IBL pun kembali melakukan seleksi untuk klub baru pada musim 2022. Harapannya, mereka bisa berkualitas seperti ketiga klub di atas. IBL sangat selektif dalam memasukkan kontestan baru. Liga tidak ingin hanya sekadar menambah jumlah peserta. Tapi secara kualitas, mereka diharapkan punya manajemen yang bagus, serta misi pembinaan demi kemajuan basket Indonesia. 

Kalau ada klub baru, jumlah pertandingan bakal bertambah. Ini bisa membuat pengalaman bertanding pemain-pemain Indonesia meningkat. Efeknya nanti bisa dirasakan untuk timnas Indonesia juga. (*)