Katon Adjie Baskoro, Anak Jakarta yang Masyur di Surabaya


Jul 02, 2020

Nama Katon Adjie Baskoro lekat dengan Surabaya. Ia merupakan bagian dari skuat CLS Knights kala menjuarai Indonesia Basketball League (IBL) 2016.

Namun, Surabaya dan Katon sebetulnya tidak memiliki hubungan dekat. Pebasket yang akrab disapa Kajiro itu justru anak asli Jakarta.

Sejak kecil hingga dewasa, Katon menghabiskan waktunya di Jakarta. Baru saat memasuki kuliah, Katon nekat hijrah ke Surabaya.

Alasan Katon di awal sebetulnya sederhana, ia ingin mencoba mandiri dengan kuliah di luar Jakarta. Selain itu, tawaran beasiswa dari Ubaya juga tidak bisa dilewatkannya.

“Kalau kampus yang menawarkan di luar Jakarta itu ada ITHB (Institut Teknologi Harapan Bangsa) Bandung, UGM (Universitas Gajah Mada) Jogjakarta, Atmajaya Jogjakarta, dan Ubaya (Universitas Surabaya). Dari semua tawaran, yang menurut saya menarik adalah UGM dan Ubaya. Namun, UGM hanya menawarkan beasiswa 80 persen saja sedangkan saya mencari beasiswa 100 persen,” ujar Katon.

“Ubaya paling menarik, dan ternyata ada kerjasamanya dengan CLS Knights. Di situlah awal mulanya saya bergabung dengan CLS,” sambungnya.

Uniknya, Katon tidak pernah ke Surabaya sebelum memutuskan bergabung dengan Ubaya. Bahkan, Katon baru mengetahui tim basket Ubaya beberapa waktu sebelum masuk kuliah.

“Jadi waktu itu ada pertandingan LIMA antara Ubaya melawan UPH di Jakarta. Saya datang, menonton, dan jatuh hati dengan tim Ubaya,” ujar Katon.

Setelah merantau dan masyur di Surabaya, Katon akhirnya kembali ke Jakarta, berseragam Pelita Jaya Bakrie. Sebelumnya, Katon tidak menyangka bisa bergabung dengan klub asuhan Octaviarro Romely Tamtelahitu tersebut.

Di musim perdananya, bersama Pelita Jaya Bakrie, Katon masih melakukan adaptasi. Sebelum kompetisi dihentikan, Katon mencatatkan 3,31 poin per gim dan rataan bermain 15,52 menit.

Meski belum terlalu impresif, Katon memiliki impian besar di Pelita Jaya Bakrie. “Ingin menjadi MVP dan membawa tim ini juara,” ujar Katon.