IBL Upayakan LOC Brian Williams Segera Rampung


Jan 15, 2022

 

Letter of Clearance menjadi salah satu syarat seorang pemain asing untuk bdrmain pada sebuah liga di negara lain yang berbeda dengan liga negara yang diikuti sebelumnya. 

Kalau IBL Fans ingat pada musim 2020, liga sempat terganjal permasalahan Letter Of Clearence (LOC) di tengah-tengah musim Ini  yang membuat pemain asing dari beberapa klub tidak bisa tampil. 

Tapi tahun ini IBL lebih sigap, sehingga LOC bisa dirampungkan sebelum IBL Tokopedia 2022 bergulir.

Saat ini IBL sudah mengupayakan penyelesaian masalah LOC sejak bulan Desember 2021 kemarin, namun ada satu pemain milik Prawira Bandung bernama Brian Williams yang belum rampung. IBL sudah berkoordinasi dengan PP Perbasi untuk komunikasi dengan federasi negara terakhir di mana Williams bermain, yaitu Argentina. 

IBL berupaya agar Williams bisa segera tampil, namun semua itu bergantung pada federasi setempat.

Pada IBL Pertamax 2020, tepatnya di seri Kediri, sempat terjadi keributan di liga, soal pemain asing yang tidak boleh tampil. Permasalahannya pemain tersebut belum mengantungi semacam  Letter Of Clearence (LOC). Dokumen tersebut dibuat oleh FIBA utuk mengatur pergerakan pemain internasional yang tampil lintas negara. Supaya mereka terdaftar secara resmi, dan tidak sembarangan untuk pindah-pindah negara. 

"Pemain yang tampil di liga antarnegara harus di cek. Mereka main di mana sebelumnya. Kemudian dari federasi akan memberikan izin kepada pemain tersebut," kata Junas Miradiarsyah, selaku Direktur Utama IBL. "Perlu dicatat bahwa yang memberikan LOC ini bukan liga atau klub. Yang berhak mengeluarkan LOC adalah federasi negara masing-masing."

IBL bersinergi dengan PP Perbasi untuk menyelesaikan LOC sebelum musim 2022 dimulai. Sebab, liga tidak ingin masalah tahun 2020 terulang lagi. Karena itu, seluruh pemain asing yang akan tampil  harus sudah beres secara administrasi, terutama LOC. 

Lebih lanjut, Junas juga menjelaskan kenapa LOC ini sepertinya sulit didapatkan. Ternyata permasalahan tersebut berkaitan dengan culture di negara masing-masing. Misalnya, ketika mereka weekend, banyak federasi yang benar-benar tutup. Sehingga mereka tidak membuka email dari federasi negara lain. 

"LOC suka terlambat, itu karena negara penerima. Karena ada indikasi bahwa standar penerimaan atau pekerjaan mereka beda-beda. Ditambah lagi, ada pula holiday season yang panjang, sehingga federasi memilih tidak ada aktifitas, atau off sama sekali. Ini terjadi tahun 2020 lalu di Kediri," jelasnya. 

Saat ini ada 30 pemain asing yang terdaftar di IBL Tokopedia 2022. Mereka semua sudah diurus LOC-nya.