IBL Talks: Dimaz Muharri, Raja Steal, dan Tips Menjadi Point Guard yang Baik


Jun 06, 2020

Sebagai pebasket profesional, Dimaz Muharri bukan terkenal akan prestasinya yang mentereng. Pemain kelahiran Binjai itu justru pamor karena kepiawannya mencuri bola.

Tercatat, Dimaz pernah tiga musim dinobatkan sebagai top steal di era NBL Indonesia. Catatan curian bolanya saat itu mencapai 598.

Ternyata, di balik kemampuannya mencuri bola, Dimaz tak pernah melatih skillnya itu secara khusus. Mantan pemain CLS Knights Surabaya itu justru lebih mengasah insting saat berlatih intercept.

“Trik mungkin insting, terus terang, saya tidak pernah latihan steal. Semuanya itu saya lakukan ketika latihan lima lawan lima. Justru saya itu latihannya intercept. Jadi melatih insting untuk tahu bola mau ke mana mantulnya,” ujar Dimazz dalam sesi live Instagram bersama IBL Indonesia.

Meski piawai dalam mencuri bola, Dimazz tidak menyarankan pebasket muda melakukan hal tersebut terlalu sering, terlebih jika belum mahir. Biasanya, percobaan melakukan steal meningkatkan risiko foul.

“Sebetulnya steal itu riskan, karena mudah foul. Biasanya pelatih akan marah karena foul sia-sia seperti itu,” ujar Dimazz.

Dimazz memulai karier profesionalnya pada 2007 bersama CLS Knights Surabaya. Asam garam kehidupan basket pernah dicicipi Dimazz.

Dimaz kini berstatus pemain Louvre Surabaya. Ia memutuskan comeback setelah pensiun pada 2015.

Sekembalinya ke basker profesional, Dimazz mengaku terkejut dengan perkembangan pemain lokal, terutama di sektor point guard. Saat ini, Dimazz menilai, penggawa NSH Jakarta, Widyanta Putra Teja memiliki potensi palin baik.

“Widi punya potensi cukup besar menjadi point guard terbaik Indonesia dia punya insting bagus. Kalau saya boleh kasih masukan dia harus bisa kontrol timnya lebih baik lagi, mungkin karena masih muda, seperti salah passing, atau salah ambil keputusan, tapi itu tidak banyak,” ujar Dimaz.

Tak hanya aktif bermain, Dimaz turut mengembangkan potensi pebasket muda Indonesia sebagai pelatih. Ia berpesan kepada siapapun yang ingin menjadi point guard hebat agar memiliki visi baik.

“Ball handling dan vision harus bagus. Yang terpenting jangan sampai nervous,” ujar Dimaz.