Ibl Legends:Amran Andi Sinta, Memimpin Sejarah Satria Muda Menjadi Juara


Oct 17, 2021

Nama almarhum Amran Andi Sinta tak bisa dilepaskan dari Satria Muda. Dialah kapten Satria Muda (saat itu memakai nama Mahaka Satria Muda) tampil sebagai juara Indonesia untuk pertamakalinya setelah di final Kobatama 1999 menundukkan Bhinneka Solo.

Amran memimpin rekan-rekannya seperti Fictor Gideon Roring, Wahyu Widayat Jati, Dwui “Iboy” Eriano, Bayu Radityo, Syahrizal Affandi dan Gagan Rahmat menciptakan sejarah bagi klubnya. Sebuah kejutan, sebab musim sebelumnya Satria Muda hanya berada pada peringkat sepuluh Kobatama.

Amran dkk adalah perintis sukses Satria Muda yang kini menjadi salah satu klub legendaris Indonesia. Semangat dan kepemimpinan Amran menjadi satu kekuatan bagi Satria Muda kala itu.

Amran yang mengawali karier dari klub Porci Jakarta pun setia pada Satria Muda. Dia tak pernah berpindah klub sejak menjejak karier bola basket professional bersama Satria Muda. Amran juga sempat menjadi manajer tim Satria Muda pada musim Kompetisi IBL 2003.

Jersey bernomor punggung 6 milik Amran bergnatung di markas Satria Muda, Britama Arena Kelapa Gading Jakarta Utara.

Pensiun sebagai pemain professional, Amran tak berhenti berkecimpun dengan dunia basket. Sebelum meninggal dalam usia 43 tahun, Rabu 4 Mei 2016, pada pukul 12.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Selatan, setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru, Amran sempat menjadi Sekretaris Jendral PP Perbasi. 

Amran Andi Sinta, namamu akan selalu dikenang pecinta bolabasket Indonesia.