IBL LEGENDS : Wahyu Widajat Jati Sukses di Setiap Masa


Jan 03, 2021

 

Prestasi Wahyu Widayat Jati boleh dibilang istimewa. Legenda bolabasket Indonesia meraih gelar juara di setiap masa pada level kompetisi bolabasket Indonesia. Cacing, demikian dia karib disapa, meraih gelar juara nasional pertama Bersama Satria Muda di era Kobatama tahun 1999. Ini  juga gelar pertama bagi tim Satria Muda.

Masih bersama Satria Muda, Cacing Kembali mendapatkan lima cincin juara. Kali ini pada era Kompetisi IBL tahun 2004, 2006, 2007, 2008 dan 2009. Dia kemudian memutuskan mundur dan melanjutkan studi ke Amerika Serikat.

Kembali ke Indonesia, Cacing kembali bermain pada level kompetisi tertinggi saat itu, NBL Indonesia 2012-2014, namun bukan Satria Muda yang dibelanya namun justru musuh  bebuyutannya, Aspac. Dia menjadi bagian penting bagi Aspac meraih dua kali gelar juara NBL Indonesia. Total delapan cincin juara nasional diraih Cacing sebagai pemain.

Cacing juga menjadi bagian dari tim nasional putra Indonesia ketika mencatat sejarah menjadi juara SEABA 1996 di Surabaya. Prestasi yang belum bisa diulangi lagi oleh Tim Merah Putih hingga saat ini. Setahun kemudian, dia juga masuk dalam roster tim nasional menghadapi SEA Games 1997 di Jakarta.

Lama tak terpilih lagi masuk tim nasional Indonesia untuk SEA Games, Cacing Kembali tampil pada SEA Games 2007 Nakhon Ratchasima Thailand, dan sukses meraih medali perak.

Mundur sebagai pemain, Cacing tak meninggalkan bolabasket. Dia menjadi pelatih. Kariernya sebagai pelatih cukp cepat melesat. Berduat dengan pelatih Bambang Asdianto Pribadi, mereka sukses membawa tim nasional Indonesia meraih medali perak SEA Games 2015, prestasi gemilang mengulang sukses tim nasional putri Indonesia 24 tahun sebelumnya. 

Setelah itu, Cacing sukses mengantar CLS Knights Surabaya mencetak sejarah klub tersebut menjadi juara IBL 2016 yang saat itu mengusung tajuk IBL Reborn. Jadilah Cacing melengkapi cincin juara Indonesia pada setiap masa kompetisi. Sembilan cincin juara menjadi koleksinya.

Cacing juga sukses mengantarkan tim nasional putra Indonesia merebut medali perak SEA Games Malaysia 2017.  

Apa pendapatnya tentang pemain-pemain Indonesia saat ini?. “Pemain sekarang kurang tough secara mental, sebab game masa kini memang berbeda. Dulu pertandingannya more physical,” katanya.

“Skill pemain-pemain sekarang lebih variative, disesuaikan dengan game-game yang dimainkan saat ini, tetapi fundamental kurang terasah dengan baik,” nilainya. “Bisa jadi karena jam terbang saat level junior kurang,” sambungnya. 

“Kurangnya jam terbang dan fundamental berdampak pada pemahaman how to play,” ungkapnya. “Tapi pemain sekarang memang lebih atletis, sesuai dengan perkembangan iptek dan knowledge,” paparnya.