Ibl Legend : Mario Wuysang Rookie Terbaik Yang Kini Jadi Legenda


Jun 14, 2020

Mario Wuysang mengawali karier bola basket profesional di Indonesia sebagai rookie terbaik ketika membawa Aspac menjadi juara IBL pada musim pertama, 2003. Datang dari Bloomingsdale Amerik Serikat, Mario langsung menawan hati pecinta bola basket Indonesia dan menjadi point guard andalan tim nasional.

Sayang di SEA Games 2003, debut bersama tim nasional gagal meraih medali pada SEA Games Vietnam tahun tersebut. Tahun 2005, bola basket tidak dipertandingkan pada SEA Games Filipina, sebab terjadi dualisme pada persatuan bola basket Filipina. Mario dkk melampiaskannya pada SEA Games Nakhon Ratchasima Thailand dua tahun kemudian. Indonesia berhasil meraih medali perak. 

Pada SEA Games Laos 2009, bola basket kembali tidak dipertandingkan. Sayang, ketika bertanding di kandang sendiri, SEA Games Jakarta 2011, tim nasiona Indonesia hanya mampu meraih medali perunggu. Mario dan tim nasional Indonesia kembali berhasil merebut medali perak pada SEA Games 2015 Singapura dan SEA Games 2017 di Malaysia.

Di level klub, setelah merebut gelar juara IBL 2003 dan 2005 bersama Aspac, Mario kemudian hijrah ke Garuda Flexy Bandung pada tahun 2009. Hanya semusim di Garuda, Mario dipinang Satria Muda untuk bertarung di ASEAN Basketball League (ABL). 

Setahun kemudian dengan nama Indonesia Warriors, Mario dkk berhasil menjadi juara ABL. Kemudian dia bergabung dengan CLS Knights  Surabaya. Bersama CLS Knights, Mario kembali merebut juara IBL pada tahun 2016.  Mario bertahan di CLS Knights hingga tahun 2018. Dia memperkuat klub Zuhai Wolf Warriors pada kompetisi ABL tahun tersebut.

Kemampuan Mario sebagai point guard andal tak perlu lagi diragukan. Dia dinobatkan sebagaiTop Assist pada FIBA Asia Championship 2011 serta gelar yang sama di ajang SEABA 2017.

Berawal dari Rookie of The Year, Mario Wuysang akan selalu dikenang sebagai salah satu point guard terbaik Indonesia.