Perkembangan bolabasket di Indonesia salah satunya dapat dinilai tentunya dari kualitas kompetisi liga, bagaimana peningkatan performa individu dan juga margin persaingan antar-tim terlihat di lapangan. Namun demikian perkembangan yang tengah terjadi ini harus bersama-sama dijaga agar tidak dinodai dengan hal-hal yang mencederai sportifitas kompetisi.
IBL sejak tahun 2023 bermitra dengan Genius untuk terus mengembangkan awareness terhadap potensi terjadinya match fixing melalui program Integrity Camp. Setiap tahunnya, sosialisasi dan edukasi dilakukan kepada seluruh stakeholders kompetisi IBL agar dapat bersama mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, serta bagaimana pengaruh negatif ini dapat menjatuhkan karir seorang atlet dan juga mempengaruhi kompetisi menjadi persepsi yang tidak baik.
Mimpi buruk match fixing pernah muncul di kompetisi IBL pada tahun 2018 dan 2021. Tindakan tegas juga sudah dilakukan dengan hukuman seumur hidup saat itu. Kemitraan dengan Genius juga salah satunya kepemilikan sistem alert berbasis teknologi untuk melalukan identifikasi pertandingan yang patut dicurigai.
(baca juga: https://iblindonesia.com/news/kolaborasi-dengan-genius-sport-ibl-menuju-integritas-yang-lebih-baik)
Materi Camp yang diikuti oleh seluruh pemain, manajemen klub dan juga perangkat pertandingan dibuka oleh Ketua Komite Bidang Etik & Disiplin, Fritz Siregar yang juga merupakan Ketua Badan Legal, Etik & Disiplin DPP Perbasi, sedangkan materi disampaikan oleh Stephen Emberson, Head of Integrity Intelligence & Education Genius Sports.
"IBL tegas untuk memastikan kompetisi berjalan dengan bersih dan berintegritas" kata Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah.
Emberson menjelaskan empat pilar betting integrity adalah match fixing, spot fixing, inside information, dan participant breaches.
Match fixing merupakan manipulasi hasil pertandingan untuk mendapatkan keuntungan dari taruhan olahraga. Spot fixing adalah memanipulasi elemen individu pada sebuah pertandingan untuk memperoleh keuntungan dari judi olahraga. Inside information atau informasi dari dalam adalah memberikan informasi yan tak boleh diketahui publik untuk kepentingan judi. Participant breaches artinya adalah pelanggaran yang dilakukan oleh peserta kompetisi seperti bertaruh pada pertandingannya sendiri.
Potensi menuju pelanggaran tersebut bisa terjadi karena kenaifan, tekanan dari rekan rekan, judi atau taruhan pada apapun pertandingan IBL, dan bahaya yang terkait dengan perjudian.
"Kalian memiliki tanggung jawab untuk bersama menjaga liga yang baik dan juga memiliki jalur pelaporan," kata Emberson pada acara yang berlangsung daring ini. Kewajiban yang kedua adalah bekerjasama. "Anda wajib membantu dan bekerjasama dengan jujur dan beritikad baik dalam setiap penyelidikan," tegasnya. (*)
0 Comments