Francisco Yogi Da Silva, Penyerang Lincah Namun Kurang Kesempatan


Feb 15, 2021

Nama Francisco Yogi Da Silva sudah ada dalam roster tim Pelita Jaya sejak musim 2012-13. Dia sempat tampil bagus, namun berkurangnya menit bermain menurunkan performanya. Yogi sebenarnya pemain yang mampu menyerang dengan baik, hanya saja belum menemukan tim yang cocok. Kali ini, Yogi mencoba peruntungan di klub West Bandits Solo untuk IBL 2021.

Jelang bergulirnya liga profesional Indonesia musim kompetisi 2012-13, nama Yogi masuk dalam roster Pelita Jaya Esia Jakarta (nama klub saat itu). Dia masuk bersama Ferdinand Damanik, yang berstatus rookie, meski sudah lama bermain di Filipina. Di musim pertama, Yogi hanya tampil 11 laga saja. Pemain kelahiran Kediri tersebut belum menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.

Beranjak ke musim 2013-14, Yogi makin trengginas. Dia bermain 32 dari 33 pertandingan, dengan catatan rata-rata 4,9 PPG, 3,0 RPG, dan 1,1 APG. Yogi punya kemampuan menyerang yang bagus. Ternyata Pelita Jaya saat itu mengubah arah tim. Pada musim 2014-15, mereka mendatangkan bintang-bintang veteran seperti Amin Prihantono dan Faisal J. Achmad. Tujuannya untuk memperbesar persentase kemenangan tim untuk mengejar gelar juara. Maklum, sampai musim tersebut, Pelita Jaya masih kalah bersaing dengan Satria Muda dan Aspac. 

Yogi akhirnya tersingkir dari lini utama tim Pelita Jaya. Bahkan di IBL 2016, Yogi hanya mendapatkan sekitar delapan menit per pertandingan. Dia mampu mencetak 2,2 PPG dan 1,0 RPG. Malang bagi Yogi, saat dirinya sudah keluar dari Pelita Jaya, justru tim tersebut menjadi juara di IBL 2016-17. 

Selanjutnya, Yogi mencoba peruntungannya di IBL 2017-18. Kali ini Yogi merapat ke tim Bank BPD DIY Bima Perkasa. Satu musim di tim tersebut, Yogi menghasilkan catatan rata-rata 2,5 PPG dan 1,8 RPG dengan menit bermain selama 17,4 menit per pertandingan. Meski penampilannya bagus, dia tidak melanjutkan kontrak dengan tim asal Jogjakarta itu. Yogi memilih terjun ke ajang lain di ranah Streetball. Sampai namanya tidak muncul lagi dalam roster kontestan IBL hingga dua musim kompetisi. 

Bergabungnya Yogi dengan West Bandits Solo sebenarnya sudah diketahui sejak lama. Yogi bahkan sudah bermain dengan tim itu di beberapa turnamen amatir. Jadi tidak heran bila dirinya sudah langsung masuk roster West Bandits ketika diumumkan sebagai peserta baru di IBL. Dia kini juga bertemu kembali dengan pelatih Raoul Miguel Hadinoto yang pernah menangani Bima Perkasa. 

Tantangan terbesar Yogi sekarang adalah menunjukkan kemampuannya seperti tahun-tahun awal kariernya. Dia jadi faktor penting di tim West Bandits. Kemampuan bertahan dan menyerangnya sangat baik. Dengan IBL tanpa pemain asing, maka Yogi punya kesempatan untuk bisa tampil maksimal. (*)