Dewa United Banten terlambat panas pada Game 2 Final IBL All Indonesian 2025, di GOR Manahan, Solo, pada Sabtu malam (30/8). Dewa United sempat tertinggal 12 angka di kuarter pertama, sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan di kuarter kedua. Namun sebelum turun minum, Abraham Damar Grahita memasukkan three point untuk membuat Satria Muda unggul 28-27.
Abraham yang diturunkan sebagai pemain inti, mencetak empat poin, empat rebound, dan tiga assist di babak pertama. Sementara Widyanta Putra Teja memimpin dengan kontribusi 10 poin. Selain kedua pemain tersebut, starting five Satria Muda berisi M. Sandy Ibrahim Aziz, Julian Alexandre Chalias, dan Avan Seputra.
Satria Muda mengawali laga dengan baik. Melaju 8-0 di awal laga untuk mengejutkan Dewa United. Floater dan layup Widyanta di sisa tiga menit membuat Satria Muda unggul dengan margin 12 angka (17-5). Ini adalah jarak poin terjauh yang bisa dibuat Satria Muda pada babak pertama.
Sementara Dewa United berhasil mengejar di kuarter kedua. Mereka berhasil membuat Satria Muda mengalami kebuntuan dalam serangan. Satria Muda hanya mencetak satu poin saja dalam lebih dari enam menit di kuarter kedua. Di saat itu Dewa United sudah bisa mengejar ketertinggalan mereka. Bahkan sempat mengambil alih keunggulan hingga tiga angka (25-22). Tapi Satria Muda bisa tetap unggul setelah tembakan terakhir dari Abraham Damar Grahita.
Field goals precentage kedua tim di babak pertama cukup rendah. Dewa United hanya memasukkan 10 tembakan dari 29 percobaan, sedangkan Satria Muda memasukkan sembilan tembakan dari 29 percobaan. Dewa United melakukan 15 turnovers yang dikonversi menjadi delapan poin oleh Satria Muda.
Dari kubu Dewa United, Elang Satria Rajendra Dewanto memimpin perolehan poin dengan tujuh poin. Kristian Liem menyumbang empat poin dan empat rebound. Menjaga paint area Dewa United tetap produktif dengan 12 points in the paint. (*)
0 Comments