Decorey Jones, Akrab dengan Atmosfer Basket Surabaya


Jan 02, 2020

Decorey Jones datang ke Surabaya Timur sembari tersenyum. Dia tampak akrab dengan udara di sekitar GOR Pacific, di kawasan Kenjeran, Surabaya. Jelas saja, karena Jones sebelumnya sudah pernah bermain untuk tim yang sama-sama berada di kawasan timur Surabaya, yaitu CLS Knights Indonesia. Kini ia membela Pacific Caesar Surabaya untuk Indonesian Basketball League (IBL) 2020.

Jones pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2017. Ia direkrut oleh BBM Pontianak Warriors untuk mengikuti Jawa Pos Pro Tournament 2017. Jones berhasil membawa tim tersebut juara. Ia bermain satu tim bersama Dimaz Muharri dan Jamarr Andre Johnson.

Lalu setelah itu, Jones bermain untuk CLS Knights Indonesia di ASEAN Basketball League (ABL) 2017-2018. Jones hanya tampil satu pertandingan saja, menggantikan Evan Brock. Karena dianggap tidak sesuai ekspektasi, maka Jones digantikan Shane Edwards. 

Lama tidak mendengar kabar pemain tersebut, ternyata Jones bermain di liga basket Bolivia. Ia membela tim Carl A-Z Oruro. Jones tampil 15 laga dengan rata-rata 19,7 PPG (Points Per Game), dan 9,4 RPG (Rebounds Per Games). Kemudian nama Jones masuk dalam daftar pemain asing di IBL Draft 2019. Satu-satunya tim yang memang berencana mengambilnya sejak awal adalah Pacific Caesar Surabaya. Ini karena Jones sudah akrab dengan atmosfer basket di Kota Pahlawan.

Posisi asli Jones adalah Shooting Guard. Namun dengan tinggi badan 193 centimeter membuatnya bisa bermain di semua posisi. Memang saat ini belum terlihat keistimewaan Jones. Apalagi di bawah asuhan pelatih baru, David Singleton. Mereka juga baru menjalani satu kali uji coba. 

Menarik untuk melihat bagaimana performa pemain ini bersama Pacific di IBL 2020. Sebab ia dituntut untuk bisa membawa Pacific setidaknya bisa mencapai semifinal, seperti musim lalu.