News Games

Buah dari Kesabaran

23 July 2022
|

Tak ada darah Jepang mengalir dalam diri Romy Tanaka Pattipeilohy. 

Nama Tanaka muncul karena sehari sebelum dia lahir, Jakarta dilanda demonstrasi atas kedatangan Perdana Menteri Jepang, Kakuei Tanaka. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Peristiwa Malari (15 Januari) 1974. Romy lahir sehari kemudian, 16 Januari 1974.

"Akhirnya diputuskanTanaka menjadi nama tengah saya," tutur Romy.

Mengawali berlatih bola basket di klub legendaris Jakarta, Mitra Guntur seangkatan dengan Ali Budimansyah, Romy kemudian diajak oleh Doedie Gambiro memperkuat klub Satria Muda berlaga di kompetisi Pratama alias Pra Kobatama . Dua tim terbaik Pratama akan maju ke babak playoff melawan dua tim terbawah Kobatama. Dua terbaik play off ini berhak melangkah ke Kobatama.

Romy dan kawan kawan yang sebagian juga berasal dari Mitra Guntur berhasil berhasil membawa Satria Muda ke jenjang kompetisi level tertinggi nasional pada th 1995.

Dia pun terpilih masuk timnas untuk Kejuaraan SEABA U-22 di Brunei Darussalam 1996 serta memperoleh medali perunggu PON 1996.

Romy kemudian hijrah ke klub profesional lainnya, Pelita Bakrie berlaga di Kobatama pada tahun 1996 hingga 1998. Dia juga terpilih masuk tim nasional mahasiswa Indonesia untuk  ASEAN University Games 1998 di Manila Filipina.

Romy kemudian hijrah ke Aspac. Dia sempat terjaring dalam pelatnas SEA Games 1999 Brunei Darussalam. Selepas dari Aspac, Romy bergabung dengan Dwidasa Mitra di tahun 1999-2001. Dia sempat mengikuti kegiatan Athlete In Action (AIA) di Bangkok tahun 2001.

Tahun 2001 hingga pensiun sebagai pemain, Romy berlabuh di Citra Satria 

Pensiun sebagai pemain, bukan berarti Romy meninggalkan level kompetisi bola basket tertinggi Indonesia. Dia didapuk menjadi manager tim Comfort Mobile Citra Satria (2008-2011), kemudian berganti nama menjadi Comfort Mobile BSC Jakarta (2011-2013). Ketika tim ini merger dengan Bandung Utama dan mengubah nama menjadi JNE BSC Bandung Utama (2013-2014), Romy masih dipercaya sebagai manajer. Begitu pun musim berikutnya 2014-2015 dengan bendera JNE Bandung Utama.

Tahun 2015-2017, dia dipercaya menjabat operasional head PT Bandung Utama Raya. 

Ketika manajemen beralih dan tim tampil dengan  ama Siliwangi tahun 2017, Romy juga menjadi manajer tim hingga Siliwangi mundur dari IBL seusai musim 2019.

Tak menjadi manajer tim, hidup Romy juga tak bisa jauh dari lapangan basket.  Dia mencoba mendirikan akademi bola basket Thunder. Sayang, pandemi Covid-19 memaksanya harus jeda.

"Siswanya belum banyak. Memang di bola basket kita harus sabar," ujarnya.

Baca Juga: Kesabaran Satya Wacana Berbuah Manis

0 Comments