Bryan Adha Elang Praditya, Pembeda di Paint Area


May 03, 2021

Kalau melihat siaran langsung pertandingan Satya Wacana Saints Salatiga di channel Youtube IBL TV, khususnya untuk pertandingan di IBL Pertamax 2021, kolom chat diramaikan dengan sebutan "Lord Bryan". Entah apa yang dimaksud netizen dengan komentar tersebut, apakah memuji atau justru tidak suka dengan penampilan Bryan. Tapi bila dilihat dari catatan statistik Satya Wacana musim ini, Bryan bisa digolongkan sebagai pemain yang penting di tim ini. 

Dalam perjalanan The Saints Salatiga, dikenal beberapa bigman yang bagus. Namun era tersebut habis ketika Firman Dwi Nugroho pergi setelah IBL 2016 berakhir. Kala itu, Satya Wacana hanya bisa mengandalkan bigman asing, seperti yang paling fenomenal adalah ketika mereka punya Nate Maxey. Sayangnya, produksi pemain lokal untuk posisi bigman di Satya Wacana sempat terhenti beberapa musim. 

Justru yang mengherankan adalah ketika IBL Pertamax 2021 digulirkan tanpa pemain asing, Satya Wacana malah punya bigman yang cukup banyak. Ada Henry Cornelis Lakay, Randy Ady Prasetya, Raymond Prayogo, Mas Kahono Alif Bintang, dan Anjas Rusadi Putra. Tapi yang paling mencuri perhatian adalah Bryan Adha Elang Praditya. 

Bryan terbilang mencolok sebagai bigman dengan tinggi dengan 196 centimeter. Tetapi bagi karena masih muda, Bryan kurang kuat dalam menjaga paint area. Dia perlu melatih ototnya agar lebih kuat lagi dalam box out dan berebut rebound dengan lawan-lawannya. 

Namun kalau dilihat dari catatan statistik di iblindonesia.com, peforma Bryan sudah melebihi ekspektasi pelatih. Dia bisa tampil selama 27 menit dalam 15 pertandingan. Satu pertandingan musim ini terlewat karena sedang cedera engkel. 

Data statistik mencatat bahwa Bryan bisa mencetak rataan 8,2 PPG, 8,8 RPG, dan 2,0 APG. Dari 15 pertandingan, Bryan membuat double-double sebanyak 4 kali. Penampilan terbaiknya saat Satya Wacana berhadapan dengan Pelita Jaya Bakrie Jakarta, 5 April 2021. Bryan kala itu bisa mencetak 21 poin dan 15 rebound. Padahal IBL Fans tahu bahwa Pelita Jaya saat ini berstatus sebagai tim terkuat di liga. Tapi Bryan mampu mencuri 21 poin dari mereka. 

Musim depan, Bryan harus menyiapkan diri lebih keras lagi. Kalau dia bertransformasi jadi bigman yang kuat, bisa jadi Satya Wacana akan lebih menakutkan. Kita tunggu saja perubahan apa yang akan dibawa Bryan musim depan. (*)