Berharap Kasus Dimaz dengan CLS Selesai dengan Baik


Jul 11, 2021

Dimaz mundur dari CLS pada tahun 2015. Dia ingin fokus pada keluarga dan mendampingi istrinya Selvia Wetty yang ketika itu mengalami dua kali keguguran. 

"Awalnya CLS tampaknya merestui keputusan saya, namun selang beberapa hari sejak saya mengutarakan pengunduran diri, saya diminta untuk membayar uang ratusan juta rupiah," tulis Dimaz dalam surat terbuka yang dia kirim ke media.

Uang itu termasuk pengembalian gaji yang sudah dia terima dan uang kontrak tahun pertama. Dimaz saat itu tak mau pusing walaupun jumlah yang dibayarkan cukup banyak, "Saya ingin segera fokus pada keluarga," tulisnya.  Pembayaran pun dia lakukan sesuai tenggat waktu, sebab pihak CLS menyebut akan mengenakan bunga sebesar 5 persen setiap bulannya.

Namun ternyata hal itu tidak cukup. Pihak CLS meminta tandatangannya untuk surat yang katanya bertujuan agar dia tidak bermain di klub profesional hingga kontrak berakhir pada tahun 2017. Jika tidak Dimaz harus membayar sebesar Rp. 393.600.000.

Pada 2019, Dimaz mendapat tawaran dari Louvre. Kondisi keluarga yang membaik dan rindu pada basket dan merasa kontrak dengan CLS sudah tuntas pada 2017, Dimaz pun menerima tawaran tersebut dan bermain di kompetisi IBL yang kemudian terpaksa berhenti karena Pandemi Covid-19 dan Dimaz pun juga memutuskan kembali berhenti bermain. 

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah berharap kasus lama antara Dimaz Muharri dan mantan klubnya ini dapat  berakhir segera dengan baik-baik. 

"Tak hanya selesai secara profesional tetapi juga secara kekeluargaan di kedua pihak" kata Junas menyoroti beredarnya surat terbuka Diaz Muharri yang mencurahkan isi hatinya melalui surat terbuka kepada publik.