Belajar dari Penampilan Indonesia di FIBA Asia Championship 2011


Jul 07, 2022

Kembali kita melihat sejarah perjalanan basket Indonesia di kompetisi FIBA Asia Cup. Kali ini tentang penampilan terakhir timnas kita di event tersebut pada tahun 2011. Di mana Indonesia menempati peringkat ke-13. Banyak yang bisa dipelajari dari keikutsertaan ini, termasuk juga mewaspadai tim-tim dari Timur Tengah. 

Pada tahun 2011, turnamen ini bernama FIBA Asia Championship. Berlangsung pada 15-12 September 2011 di Wuhan, China. Ada 16 tim yang tampil, termasuk Indonesia. Setelah menjalani pengundian, Indonesia masuk di Grup C untuk babak penyisihan bersama Jepang, Syria, dan Yordania. 

Dari daftar susunan pemain, tentu banyak yang kenal. Terutama nama-nama yang masih aktif di basket Indonesia. Roster timnas saat itu terdiri dari Xaverius Prawiro, Andi Poedjakesuma, Ary Chandra, Amin Prihantono, Dirk Mathew Mario Gerungan, Dimas Aryo Dewanto, Mario Wuysang, Dwi Haryoko, Ponsianus Nyoman Indrawan, Rony Gunawan, Wellyanson Situmorang, dan Christian Ronaldo Sitepu. Pelatih yang memimpin mereka adalah Rastafari Horongbala. 

Perjalanan Indonesia di babak penyisihan tidak mulus. Di pertandingan pertama, Indonesia harus menelan kekalahan menyakitkan dari Jepang. Indonesia kalah 59-81. Di laga ini Dodo Sitepu mencetak 14 poin. Pada laga kedua, Indonesia juga kalah dari Syria. Tapi kali ini tidak terlalu jauh skornya, yakni 61-74. Kemudian di penyisihan terakhir, Indonesia kalah 59-89 dari Yordania. Lagi-lagi Dodo Sitepu menjadi pencetak poin terbanyak untuk Indonesia dengan 15 angka. 

FIBA Asia Championship punya sistem yang membuat turnamen ini berakhir dengan peringkat. Oleh karena itu, meski tidak bisa tampil di Playoffs, Indonesia tetap tampil di perebutan peringkat 13 hingga 16. Negara yang masuk adalah Indonesia, Bahrain, India, dan Qatar. Kali ini Indonesia tampil luar biasa. 

Indonesia menang 85-62 atas Bahrain. Kali ini Andi Poedjakesuma atau yang akrab disapa Batam berhasil mencetak 32 poin. Itu masih ditambah dengan 8 rebound dan 1 steal. Batam waktu itu mencetak 6 three point dari 11 attempt. Di keseluruhan turnamen, Batam mencetak rata-rata 11,8 ppg. Selanjutnya, Indonesia melibas India dengan skor 84-75. Kali ini Mario Wuysang tampil sebagai pencetak poin terbanyak dengan 17 angka. Dengan dua kemenangan tersebut, maka Indonesia menjadi tim yang menempati peringkat ke-13 di FIBA Asia Championship 2011. 

Setelah bertahun-tahun lamanya, Indonesia akan kembali bertemu Yordania di FIBA Asia Cup 2022. Kedua negara akan bernostalgia. Sementara, kalau dilihat dari sisi prestasi, Yordania pernah menjadi runner-up di tahun 2011. Sementara Saudi Arabia pernah menempati peringkat ketiga pada edisi tahun 1999. Serta Australia menjuarai edisi 2017. Dengan kata lain, Indonesia tidak boleh lengah di babak penyisihan FIBA Asia Cup 2022, yang akan berlangsung 21 hari lagi. (*)