Bedah Kekuatan Louvre Dewa United Surabaya dan KAI Bima Perkasa Jogja


May 23, 2021

Panasnya persaingan Playoffs IBL Pertamax 2021 sudah tercium sejak beberapa hari terakhir. Namun semua penantian IBL Fans akan segera terjawab minggu ini. Karena tim-tim kesayangan mereka akan berjuang di babak playoffs, untuk memperebutkan gelar juara liga. 

Untuk Red Division, ada pertarungan dua tim yang sama-sama berasal dari luar Jakarta yakni Louvre Dewa United Surabaya melawan KAI Bima Perkasa Jogja. Pertandingan ini diprediksi bakal ketat. Kedua tim punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Louvre bakal tampil dengan kekuatan penuh, ditambah lagi mereka punya motivasi berlipat di playoffs nanti. Meski sejatinya, Louvre tidak akan diperkuat Sandy Febiansyakh yang mengalami patah tulang di regular season IBL Pertamax 2021. Hingga sekarang kondisinya masih dalam tahap penyembuhan. 

Namun motivasi datang dari dua pilar penting mereka yakni Jamarr Andre Johnson dan Kevin Moses Eliazer Poetiray. Jamarr baru saja dinobatkan sebagai MVP dan Defensive Player of the Year musim ini. Sudah dua musim Jamarr mencetak prestasi tersebut di IBL, atau memenangkan dua gelar individu dalam satu musim. Sementara Kevin Moses juga dinobatkan sebagai Most Improved Player musim ini. 

Kedua pemain merupakan pendulang poin utama di Louvre. Kalau mereka bermain bersama dan fisiknya prima, maka lawan patut waspada. Louvre punya catatan Averages Per Game yang bagus. Total field goals made di kisaran 24,5 serta total rebound 41,9. Semuanya berkat Jamarr dan Kevin Moses. Beberapa hal yang menjadi kelemahan Louvre diantaranya jumlah turnovers yang tinggi (16,1 per game) serta kurang respons terhadap kecepatan lawan. Buktinya lawan bisa mencetak averages 11 fast break points sepanjang musim 2021. 

Berbicara soal kelebihan, Bima Perkasa juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka menyapu bersih Louvre dengan 2-0 di regular season IBL Pertamax 2021. Artinya, meski Louvre punya Jamarr dan Moses, rasanya tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Karena Bima Perkasa punya cara jitu untuk meredam mereka berdua. 

Motivasi tim Bima Perkasa juga tak kalah besar. Mereka sekarang punya Rookie of the Year, yakni Samuel Devin Susanto. Setelah itu, David Singleton sebagai juru racik strategi juga dinobatkan jadi Coach of the Year musim ini. Dua gelar itu saja sudah cukup untuk memberikan ancaman di tim Louvre. 

Baik Louvre dan Bima Perkasa sama-sama memiliki average point in the paint di atas 30 per game. Rebound-nya juga ada di atas 40 per game. Jadi sepertinya tidak salah lagi kalau banyak analis IBL menyatakan bahwa pertarungan Louvre melawan Bima Perkasa bisa berlangsung tiga game, atau sampai di pertandingan penentuan untuk sistem best of three.

Satu-satunya keraguan di Bima Perkasa hanya soal pergantian di playmaker. Azzaryan Pradhitya masih diragukan, karena cedera bahu. Tetapi ada Nuke Tri Saputra yang masuk lagi setelah sempat mengundurkan diri. Nuke memang pernah menyatakan mundur, tapi secara status di liga, namanya tidak pernah dicabut dari roster IBL Pertamax 2021. Jadi Nuke bisa bermain di Playoffs. 

Pertandingan antara Louvre melawan Bima Perkasa menjadi suguhan pertama di Playoffs IBL Pertamax 2021, yang dilangsungkan pada hari Minggu (23/5). Pertandingan ini bisa disaksikan di saluran-saluran resmi IBL. (*)