Bali United Tambah Kecepatan Lewat Handri Satrya Santosa


Sep 13, 2021

Bali United Basketball Club kembali merayu pemain Pulau Dewata untuk kembali ke belantara liga basket profesional Indonesia. Dia adalah Handri Satrya Santosa. Pemain yang sempat pensiun setelah menjadi juara IBL 2018-19 bersama Stapac Jakarta. 

Tepat setelah Stapac juara, Handri menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Esa Unggul. Namun musim itu menjadi musim yang sulit. Handri cedera meniscus saat bertanding di IBL 3x3 2018. Dia naik meja operasi bulan Oktober 2018, dan harus menjalani masa pemulihan empat bulan. Dia semakin sulit menyesuaikan diri dengan tim, lantaran baru bergabung di pertengahan musim. 

Meski tidak punya kontribusi besar karena cedera, Handri masih bisa mencetak 6,0 PPG selama rata-rata 4 menit di lapangan. Akhirnya setelah merasakan manisnya gelar juara terakhir Stapac, Handri memutuskan pensiun. Tampaknya istirahat dua musim, ditambah dengan kehadiran Bali United di liga profesional, berhasil meyakinkan Handri untuk kembali. Di sisi lain, Bali United butuh pemain yang punya kecepatan dan pengalaman seperti Handri. Dia dan Ponsianus Nyoman Indrawan bakal membuat roster Bali United makin menakutkan. 

Handri merupakan putra asli Bali. Dia dulu bersekolah di SMA 1 Denpasar. Bakat basketnya dikembangkan melalui klub Merpati Bali, yang lebih dikenal sebagai klub putri. Namun klub yang berdomisili di kawasan Denpasar tersebut memang punya pembinaan basket putra dan putri yang bagus. Semasa masih sekolah Handri pernah mengantarkan tim DBL Indonesia Selection menjadi juara turnamen di Malaysia tahun 2010. Ia kemudian masuk ke Stapac di usia 19 tahun.

Misi Bali United perlahan-lahan mulai terwujud. Mereka berhasil membuat tim yang bisa menjadi wadah bagi putra daerah untuk tampil di liga profesional. Harapannya ke depan semakin banyak pemain Bali yang bisa berkiprah menjadi atlet profesional. (*)