Avan Dihukum Denda dan Larangan Lima Kali Pertandingan


Sep 07, 2022

Pemain Satria Muda Pertamina, Avan Seputra harus menerima hukuman denda Rp. 20 juta dan larangan bermain lima kali pada IBL Gojek 3X3. Hukuman ini dijatuhkan karena Avan terbukti menampar pemain Bali United Basketball, Jason Christhofer saat kedua tim bertemu pada pertandingan seri pertama IBL Gojek 3X3 di Discovery Beach Mall, Badung, Bali dihari kedua, Minggu 4 September.

Kronologis kejadian bermula saat  bola dalam penguasaan pemain Bali United Basketball, Avan menjaga Jason. Pada menit  ke 07:31 terlihat gerakan menampar sebagaimana yang dilakukan oleh Avan Seputra ke arah muka Jason Christhoufer yang kemudian mendapatkan Unsportsmanlike Foul.

“Mengacu pada hasil rekaman video visual sebagaimana terlampir, terdapat unsur kekerasan yang dilakukan dengan sengaja, dimana hal tersebut tidak sesuai dengan the three values of olympism yaitu excellence, friendship, and respect,” kata Senior Competition Manager IBL, Rufiana.

Yang memberatkan Avan adalah yang bersangkutan pernah terlibat insiden serupa saat semifinal IBL Gojek 3X3 Indonesia Tour 2019 melawan Prawira Bandung. Saat itu wasit mengambil keputusan mengeluarkan Avan dan pemain lain yang terlibat dari lapangan.

“Menimbang insiden yang terjadi pada IBL Gojek 3x3 2022, insiden IBL Gojek 3x3 Indonesia Tour 2019 dan Peraturan Pelaksanaan IBL Bab V Pasal 3 mengenai Sanksi dan Denda Peraturan Khusus Pertandingan Ayat 2 yang berbunyi “Personel Klub IBL yang saat pertandingan melakukan pemukulan, menendang, menyikut, dan kekerasan fisik lain dengan disengaja, baik sebagai inisiator maupun pembalasan terhadap sesama pemain, pelatih, manager, ofisial, IBL, dan penonton/suporter pada kegiatan IBL, dapat dikeluarkan dari pertandingan, dikenakan sanksi larangan mendampingi minimal 5 (lima) kali pertandingan, serta dikenakan denda minimal sebesar Rp 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah),” jelas Rufi. Berdasarkan semua hal tersebut, maka IBL menjatuhkan hukuman tersebut kepada Avan.

“Meskipun tindakan pemukulan, menendang, menyikut, atau dan bentuk tindakan kekerasan fisik lain tersebut tidak terlihat oleh wasit, tetapi terlihat melalui rekaman video, maka personel yang bersangkutan tetap akan dikenakan sanksi dan denda. Sanksi dan denda serupa juga dikenakan apabila kekerasan fisik dilakukan diluar pertandingan.” Tambahnya.

Larangan mengikuti pertandingan akan mulai dihitung apabila nama pemain tersebut dimasukkan ke dalam roster seri IBL Gojek 3x3 2022. Jika sampai pada akhir pertandingan IBL Gojek 3x3 2022, pemain tersebut tidak dimasukkan ke dalam roster, maka sanksi akan berlaku sampai pada Musim kompetisi IBL 2023.