Ary Sudarsono : Tugas Berat Membesarkan IBL


Jun 21, 2020

Ary Sudarsono adalah direktur pertama IBL yang mulai digelar pada tahun 2003. Dia melabeli dirinya waktu itu sebagai "Panglima IBL".

"IBL sudah 17 tahun. Manajemen IBL saat ini punya tugas berat di pundak untuk terus membesarkan kompetisi IBL," kata Ary, mantan wasit internasional ini.

"Animo masyarakat basket Indonesia memang masih tinggi, namun IBL harus menjaga grafiknya jangan sampai landai. Sosialisasi serta memasyarakatkan bola basket dan IBL harus selalu dilakukan bahkan ditingkatkan," tegasnya.

Kegiatan kegiatan harus diupayakan melibatkan masyarakat.  "Acara seperti bazar basket atau kampung basket yang melibatkan dan memberi dampak positif bagi masyarakat perlu dilakukan," tuturnya.

Dari sisi teknis, Ary menyarankan jumlah pemain asing dalam satu tim Harus di kaji lagi jumlahnya. "Biar kesempatan pemain lokal mendapatkan menit bermain juga lebih banyak," katanya. 

Ary menyebut pada babak playoff IBL Pertamax 2020 yang tanpa pemain asing merupakan kesempatan besar bagi para pemain lokal menunjukkan kemampuan terbaik mereka.