Andika Supriadi Saputra: Tim Papan Atas Mesti Lebih Waspada


Apr 20, 2020

Pelatih Louvre Surabaya, Andika Supriadi Saputra justru beranggapan bahwa jadi tim papan atas kurang menguntungkan. Khususnya untuk format PlayOff lanjutan IBL Pertamax 2020 nanti. Bukan soal posisi, melainkan tekanan timnya justru lebih besar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, bahwa format IBL Pertamax 2020 menggunakan dua fase. Fase pertama adalah round-robin yang diikuti lima tim dari peringkat lima hingga sembilan. Sedangkan peringkat satu sampai empat menunggu di fase kedua. Nah, fase kedua ini menggunakan sistem knock-out atau sistem gugur.

"Kalau Indonesia Patriots dihilangkan. Maka kami ada di peringkat empat. Ini berarti kami menunggu di putaran kedua. Disinilah problemnya. Justru tekanan pada tim akan semakin besar, karena bila kami kalah satu kali saja, maka tidak bisa melanjutkan langkah," kata Andika.

Sementara itu, sambung Andika, lima tim di peringkat bawah bisa bermain lebih dulu. Mereka justru punya keuntungan untuk memanaskan mesin terlebih dahulu. 

"Ibaratnya kami yang bertanding di putaran kedua, atau yang sistem gugur itu, seperti melakukan laga do-or-die. Ini yang harus diwaspadai. Mungkin bukan hanya kami yang berfikir seperti itu, ada tiga tim lainnya yang mungkin punya pemikiran sama," imbuhnya.

Bila Indonesia Patriots tidak ikut PlayOff, maka ada empat tim yang menduduki peringkat teratas. Mereka adalah NSH Jakarta, Pelita Jaya Bakrie, Satria Muda Pertamina Jakarta, dan Louvre Surabaya. Keempat tim tersebut langsung masuk fase kedua dengan sistem gugur. (*)