Ulasan Paruh Musim: Pacific Caesar Surabaya Harus Bangkit


Feb 14, 2020

Pacific Caesar Surabaya belum mampu mengamankan tiket PlayOff, setidaknya hingga paruh musim ini. Sebab, mereka masih mencatatkan rekor seri (4-4) hingga seri keempat berakhir. Artinya, tugas Pacific masih berat, karena mereka masih punya 10 laga sisa.

Penampilan Pacific kita bagi jadi dua fase. Fase pertama di Seri I Semarang dan Seri II Bandung. Pacific tampil bagus dengan rekor 3-1. Saat itu, Pacific barus saja mendapatkan kepercayaan diri setelah pergantian pemain asing. Masuknya Anton Davon Waters membuat Pacific lebih perkasa di paint area.

Tetapi justru penampilan Pacific terjun bebas di fase kedua, yaitu pada Seri III Jakarta dan Seri IV Jogjakarta. Pacific menorehkan rekor 1-3. Kondisi ini memang mengejutkan, mengingat dari empat pertandingan di dua seri tersebut bisa saja dimenangkan oleh Pacific. Ironisnya, Pacific justru kalah dari Prawira Bandung, yang notebene merupakan tim papan bawah saat ini.

Catatan statistik Pacific hingga seri keempat juga kurang istimewa. Mereka mencetak 75,8 PPG (nomor 6 di liga), 37,5 RPG (nomor 8 di liga). Catatan assist pun juga paling buruk di liga dengan 11,0 assist per game. Luis Jacobo masih jadi tumpuan Pacific dengan catatan 20,6 PPG, disusul Taylor Statham (17,0 PPG), dan Anton Waters (12,5 PPG). 

Pacific memang berhasil mencuri kemenangan dari Pelita Jaya Bakrie dan Satria Muda Pertamina Jakarta. Tetapi soal kecolongan dari tim dibawahnya, bisa jadi kerugian besar bagi mereka. 

Salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan adalah pemain lokal. Pelatih David Singleton tampaknya akan mendorong pemain lokal punya kontribusi lebih banyak di sisa pertandingan mereka. Meski berat, setidaknya Singleton sudah mengetahui semua kemampuan tim di IBL musim ini. 

Pacific merupakan tim yang selalu bisa masuk PlayOff dalam tiga musim terakhir. Mereka harus bangkit untuk mempertahankan rekor tersebut. Kita lihat saja di empat seri reguler berikutnya.