Terlalu Banyak Kendala yang Dihadapi Bima Perkasa Musim Ini


Apr 26, 2022

Ekspektasi penggemar terhadap tim DNA Bima Perkasa Jogjakarta di IBL Tokopedia 2022 cukup besar. Mengingat bahwa faktor yang bisa membuat mereka mengulang sukses untuk melaju ke Playoffs dua musim beruntun. Sayangnya semua harapan penggemar pupus, ketika di awal musim mereka sudah terpuruk. 

Faktor pertama yang memberi keyakinan bahwa Bima Perkasa bisa bersinar di IBL Tokopedia 2022 adalah roster. Hampir 80% tidak ada perubahan dari musim 2021. Malah mereka mendapatkan tambahan tenaga seperti Yanuar Priasmoro, Ikram Fadhil dan beberapa rookie lainnya. Secara finansial, Bima Perkasa mendapatkan dukungan penuh dari DNA. 

Sedangkan faktor lain yang memberi kepercayaan diri adalah pergantian head coach, dari David Singleton ke Dean Murray. Keduanya sama-sama pelatih dengan level Asia Tenggara, dan sama-sama pernah memimpin tim di ASEAN Basketball League. Dengan kata lain, kemampuan mereka tentu tidak diragukan lagi. Belum lagi soal prestasi. Dean Murray pernah jadi pelatih terbaik di ABL. 

Namun semua faktor-faktor tersebut tidak menjadikan Bima Perkasa berjaya di musim 2022. Yang terjadi malah Bima Perkasa kalah 5 pertandingan berturut-turut di seri pertama dan kedua. Ironisnya dari 5 kekalahan tersebut, salah satunya menyerah dari Evos Thunder Basketball Bogor yang notabene sebagai kontestan baru di liga. Bima Perkasa kalah dengan skor 32-51 dari Evos. Evaluasi langsung dilakukan, dan head coach Dean Murray diputus kontrak kerjasamanya.

Sebagai pengganti, Bima Perkasa tidak punya pilihan lain. Manajemen menunjuk Kartika Siti Aminah sebagai head coach baru. Pilihan ini dianggap tepat, karena Kartika musim 2021 menjabat sebagai asisten pelatih David Singleton, sehingga dirinya tahu karakter bermain Bima Perkasa. Tampaknya di awal tugasnya juga berjalan baik. Dari 5 pertandingan pertama di bawah asuhan Kartika, Bima Perkasa bisa mencetak rekor 3-2. Namun setelah itu, mereka menelan 13 kekalahan beruntun hingga musim reguler berakhir. 

Kalau dilihat dari sisi statistik, Bima Perkasa adalah tim dengan peringkat ke-15 untuk Points per Game dengan rata-rata 56,7 poin. Tapi justru yang paling buruk adalah rebound. Mereka hanya bisa mengumpulkan 33,5 rebound per game selama satu musim kompetisi. Jumlah assist rendah dengan 11,2 APG. Sebaliknya turnover Bima Perkasa cukup tinggi dengan 12,5 turnover per game. 

Pertahanan Bima Perkasa kurang bisa diandalkan. Karena mereka kebobolan dengan rata-rata yang cukup tinggi yakni 70,5 poin per game. Kehadiran pemain asing seperti Jordan Jacks dan David Atkinson tidak bisa membantu pertahanan. Mereka lebih senang menyerang, sehingga tidak ada yang membantu menghalau pemain-pemain lawan yang mencetak poin. 

Semoga Bima Perkasa bisa bangkit musim depan. Mereka harus menyiapkan beberapa strategi, khususnya untuk mempertahankan roster. Atau, justru malah mereka merombak roster untuk musim 2023 nanti. (*)