Sejarah Klub NSH Jakarta: Hasil Rintisan Komunitas


May 17, 2020

NSH Jakarta menduduki peringkat kedua di IBL Pertamax 2020, tepatnya di bawah Indonesia Patriots. Mereka kini menjadi tim papan atas, sekaligus punya basis massa penggemar yang terus tumbuh karena prestasi tim. Tetapi ada baiknya melihat kembali bagaimana sejarah klub ini berdiri. Agar lebih tahu tentang tim-tim peserta IBL.

Kisah berdirinya klub yang awalnya bernama NSH GMC tersebut bisa dibilang unik. Pada tahun 1994 silam para pemuda yang tinggal di kompleks olahraga eks Gaya Motor Cilincing menjadi pemrakarsa berdirinya sebuah kub basket. Mereka memberi nama GMC yang merupakan singkatan dari kata Gaya Motor Club. Antusiasme besar yang ditunjukkan para pemuda tersebut menggugah hati Na Sioe Hauw. Seorang pengusaha timah yang akhirnya bersedia mendanai klub tersebut. Kerja sama ini menghasilkan sebuah nama klub baru yang dipakai untuk mengikuti kompetisi yaitu NSH GMC.

Prestasi NSH GMC terbilang memuaskan di level amatir. Pada tahun 2007, mereka menjuarai kompetisi Divisi II di DKI Jakarta. NSH GMC pun mendapat promosi ke Divisi I DKI Jakarta. Di tahun berikutnya, mereka mampu berada di peringkat kedua kompetisi Divisi I DKI Jakarta dan peringkat ketiga Kejurnas Divisi I. 

Keberhasilan tersebut membuat NSH GMC dipromosikan ke Kobatama (Kompetisi Bolabasket Divisi Utama). Hasilnya mereka menduduki posisi ketujuh. Pada 2010, mereka bertanding di PBL (Premiere Basketball League). Di PBL NSH GMC finis di urutan keenam.

NSH GMC lalu mengikuti liga profesinal Indonesia di musim 2011-2012. Mereka bergabung dengan NBL Indonesia, bersama Pacific Caesar Surabaya. Mereka menggunakan nama NSH GMC Riau. Konsistensi NSH sebagai klub profesional terus ditunjukkan hingga NBL digantikan oleh IBL. Dari situ, NSH mulai menemukan titik balik prestasi tim.

Dimulai dari Maykel S.D. Ferdinandus yang berhasil membawa NSH bisa meramaikan persaingan playoff IBL 2016-2017. Sayangnya setelah itu Coach Inyo pamit dari NSH untuk musim berikutnya. Tetapi penerusnya berhasil membawa perubahan untuk NSH. Wahyu Widayat Jati yang berhasil mengubah wajah NSH dua musim beruntun. Puncaknya pada IBL 2018-2019 NSH menduduki puncak klasemen Divisi Merah di regular season. Meskipun pada akhirnya, NSH harus gugur di semifinal.

Potensi NSH sebagai tim basket juga sangat besar. Kini mereka bukan lagi tim yang hanya berisi pemain kelas dua dan tiga. NSH berubah menjadi tim yang berisi pemuda-pemuda berbakat yang siap mengguncang persaingan papan atas liga basket Indonesia. Buktinya di IBL Pertamax 2020, mereka bisa menunjukkan bahwa kekuatan pemain muda bisa sangat berbahaya. (*)