Produktifitas Poin Evos Thunder Rendah


Apr 26, 2022

Evos Thunder Basketball Bogor adalah salah satu kontestan baru di liga profesional Indonesia. Performa mereka di IBL Tokopedia 2022 sudah bagus, hanya saja produktifitas poin rendah. Sehingga mau tidak mau, Evos harus tertahan di posisi ke-15 di klasemen akhir musim ini. Meski dihuni muka-muka lama, namun Evos butuh menyatukan chemistry agar strategi bisa berjalan dengan lancar. 

Evos mengawali kiprahnya di liga profesional dengan mendatangkan Andre Yuwadi sebagai head coach. Pelatih yang sebelumnya memimpin Prawira, mencoba merangkai puzzle Evos yang belum punya sosok yang kuat. Akhirnya muncul Daniel Timothy Wenas, lalu menyusul berikutnya ada Cassiopeia Thomas Manuputty, Tri Hartnto, dan Anggi Alfiandi. Namun setelah itu, beberapa pemain muda masuk seperti Padre Hosbach, Christopher Jason Winata, William Kosasih, Juan Anggara, dan lain-lain. 

Sayangnya dari komposisi yang ada, tambahan pemain asing kurang maksimal. Pilihan Evos jatuh kepada Jaywuan Hill dan Karamoko Cisse. Dari dua pemain tersebut hanya Jaywuan Hill yang mencetak 13,4 PPG di musim ini. Selain itu, Karamoko dan semua pemain lokal tidak ada yang menyentuh double digit average points. Faktanya, Hill juga pemain dengan rebound tertinggi sebesar 7,6 RPG. 

Artinya dengan kontribusi seperti ini, wajar kalau Evos menjadi tim dengan average poin terendah di liga dengan 55,0 point per games selama musim reguler 2022. Mereka hanya menang 5 kali dari 22 game. Evos sendiri sempat tampil meyakinkan di awal musim. Namun di pertengahan merek kurang konsisten sehingga harus menelan 7 kekalahan beruntun di bubble IBL.

Selain butuh bigman, Evos juga perlu mendatangkan point guard yang mumpuni. Ini agar jumlah turnovers mereka turun. Karena dalam 22 game yang dijalani, Evos mencetak 16,6 turnovers per game. Namun kalau dilihat dari permainan mereka secara keseluruhan, Evos punya potensi untuk bisa tampil lebih baik lagi di musim berikutnya. (*)