Pemain Terbaik: Bukti Kematangan Xaverius Prawiro di IBL 2017-2018


May 26, 2020

Masuknya Xaverius Prawiro di roster Pelita Jaya Jakarta di IBL 2017-2018 jelas bukan hanya untuk menambah deretan bintang di klub tersebut. Justru sebaliknya, Ius membuktikan kematangannya melalui performa menawan hingga menjadi pemain terbaik (MVP).

Xaverius Prawiro sudah menjadi ikon Aspac, sebelum dirinya menghilang dari basket profesional di tahun 2016. Dua musim kompetisi (IBL 2016 dan IBL 2016-2017) Ius tidak bermain sama sekali atau pensiun. Tapi bagi IBL Fans, kata "comeback stronger" tampaknya cocok disematkan pada pemain kelahiran Surabaya, 30 Desember 1986 tersebut.

Pelita Jaya bisa sangat perkasa di IBL 2017-2018. Bagaimana bisa demikian, tentu saja karena ada barisan pemain lokal ada Respati Ragil Pamungkas, Daniel Wenas, Ponsianus Nyoman Indrawan. Adhi Pratama. Amin Prihantono, Valentino Wuwungan, Hendru Ramli, Tri Hartanto, dan Xaverius Prawiro. 

Meski usianya saat itu menginjak 31 tahun, justru performa Ius tidak kendur. Dalam 17 pertandingan musim reguler, Ius bisa mengoleksi 10,8 PPG, 2,1 RPG, dan 2,7 APG. Pelita Jaya pun menang 16 kali di musim reguler. Dan, langsung menuju babak semifinal. Benar-benar menjanjikan untuk bisa menjuarai liga musim itu. Performa menawan Ius membuatnya diganjar gelar pemain terbaik (MVP).

Cerita keperkasaan Pelita Jaya masih berlanjut hingga ke babak semifal, dimana mereka bisa mengalahkan Aspac Jakarta dengan keunggulan 2-1. Peran Ius menumbangkan mantan klubnya tersebut cukup besar. Tapi kemudian, hasilnya anti-klimaks. Sebab Pelita Jaya yang perkasa harus menyerah 1-2 dari Satria Muda di final. 

Xaverius Prawiro merupakan satu dari sedikit pemain basket Indonesia yang mampu menjaga kondisi tubuh. Konsistensi dan kematangannya sebagai pemain tidak diragukan lagi. Sayangnya, Pelita Jaya hanya bisa bersamanya selama dua musim saja. Ius memutuskan kembali pensiun dari basket profesional setelah Pelita Jaya tumbang di playoff putaran pertama IBL 2018-2019. (*)