Milos Pejic dan David Singleton, Beradu Strategi Gaya Eropa dan Amerika


Mar 02, 2021

Pada IBL 2020, ada empat pelatih asing yang beradu strategi di liga. Mereka adalah Rajko Toroman di Indonesia Patriots, Giedrius Zibenas bersama Prawira Bandung, Milos Pejic milik Satria Muda Pertamina Jakarta, dan David Singleton di Pacific Caesar Surabaya. Dari semua nama tersebut, hanya tersisa dua pelatih asing yang akan tampil di IBL 2021. Kebetulan mereka berasal dari dua benua yang berbeda. Persaingan keduanya bisa jadi sangat menarik.

Milos Pejic tidak pergi ke mana-mana, alias tetap melatih Satria Muda. Sebaliknya, David Singleton pindah ke Bank BPD DIY Bima Perkasa. Dua tim yang punya sejarah pertemuan yang menarik. 

Milos musim lalu masuk nominasi Coach of the Year. Meski sempat naik-turun, tetapi Satria Muda masih bisa menjaga predikat mereka sebagai tim papan atas. Satria Muda mencetak rekor 9-4 sebelum liga dihentkan karena pandem. Tim tersebut mampu mencetak rata-rata 70,8 poin per pertandingan. Persentase kemenangan Satria Muda tidak terlalu tinggi. Tetapi yang menarik, mereka adalah tim dengan pertahanan terbaik. Dalam 13 pertandingan musim reguler, Satria Muda menahan lawan hanya mampu mencetak 66,3 poin per pertandingan.

Tapi musim ini, Milos tak hanya punya modal yang bagus. Mereka sudah mendapatkan kembali kekuatan tim yang sesungguhnya setelah empat pemain timnas kembali masuk line-up. Mereka adalah Hardianus, Kevin Yonas Argadiba Sitorus, Arki Dikania Wisnu, dan Juan Laurent Kokodiputra. Jelas empat pemain itu tidak hanya sekedar menambah kekuatan saja, tapi mereka adalah pilar inti yang sebenarnya dari Satria Muda. Dengan gaya Eropa yang dimainkan Milos dan roster lengkap, Satria Muda dipastikan tampil konsisten musim 2021. Mereka bisa kembali ke papan atas klasemen dengan mudah.

Kita lihat sisi sebaliknya. David Singleton pindah ke Bima Perkasa. Kepindahan tersebut juga disebabkan karena penampilan yang bagus bersama Pacific Caesar. Ketika membesut Indra Muhammad dan kawan-kawan, Singleton mendapatkan lima kemenangan dari 13 laga. Pelatih muda itu memberikan dampak positif kepada pemain -pemain muda. Itu yang jadi penyebab utama manajemen Bima Perkasa merekrutnya. 

Singleton kini punya tim yang lebih baik dari sisi kedalaman roster. Ada banyak pemain bagus di Bima Perkasa seperti Galank Gunawan, Tifan Eka Praditya, Rachmad Febri Utomo, Nuke Tri Saputra, hingga Indra Muhammad yang pernah diasuhnya di Pacific. Jadi tidak ada keraguan bagi Singleton. Kombinasi senior-junior di Bima Perkasa juga sempurna. 

Singleton merupakan pelatih asal Amerika Serikat yang sudah lama berkecimpung di liga Asia Tenggara. Salah satu kelebihannya yaitu mampu membangkitkan jiwa kompetitif pemain muda. Gaya permainannya juga eksplosif khas Amerika. Sangat cocok bila dipadukan dengan komposisi tim milik Bima Perkasa musim ini. Pantas kalau mereka menargetkan bisa masuk playoff di musim 2021. 

Beralih ke rekor pertemuan. Tanpa melihat siapa pelatihnya, ternyata Satria Muda memang mendominasi. Dari 17 pertemuan sejak tahun 2014 silam, Satria Muda menang 15 kali dari Bima Perkasa (rekor dikumpulkan sejak tim bernama Bimasakti). Tetapi muncul dua fakta menarik. Bima Perkasa sebenarnya sempat mencuri kemenangan atas Satria Muda. Itu terjadi di musim 2018-2019, dan sekali di musim 2020. Itu semua di era kepelatihan Raoul Miguel Hadinoto. Artinya bila melihat komposisi pemain Bima Perkasa sekarang, yang hampir sama dengan masa-masa itu, mereka bisa saja mengancam dominasi Satria Muda. Tapi kembali lagi bergantung pada strategi dua pelatih asing tersebut.

Milos dikenal sebagai pelatih yang detail, khas Eropa. Memiliki ketajaman dalam menganalisa kemampuan lawan, serta pandai menemukan celah kelemahan lawan. Sebaliknya, Singleton adalah motivator ulung. Dia tidak segan memberi peringakatan kepada siapa saja yang membuat kesalahan. Tidak ada pemain yang dianggap istimewa dalam timnya. Gaya permainan cepat khas Amerika bisa sangat berbahaya bagi lawan. 

Jangan lupa selalu ikuti berita-berita terbaru dari liga di website iblindonesia.com. Dukung tim kesayangan kalian di IBL 2021. (*)