Maykel S.D. Ferdinandus, Membangun Pondasi Kuat NSH Jakarta


Aug 20, 2020

Bukan Coach Inyo, kalau tidak marah-marah di sepanjang petandingan. Mungkin itu yang dilihat oleh IBL fans yang hadir di lapangan. Tapi itu bukan marah, memang gaya khas pelatih bernama Maykel S.D. Ferdinandus tersebut. Ia berhasil membangun pondasi tim NSH Jakarta menjadi kuat seperti sekarang.

Coach Inyo mendampingi NSH selama empat musim. Tepatnya di sejak NBL Indonesia 2013-14 hingga IBL 2016-17. Ia dikenal sebagai pelatih yang disipin. Gayanya sangat khas di lapangan. Mampu membangkitkan mental anak asuhnya.

Di IBL 2016-17, coach Inyo sukses membawa NSH ke posisi keempat Divisi Putih. NSH pun bisa melaju ke babak play-off seandainya bisa menambah satu kemenangan lagi di musim reguler. Prestasi ini membuat coach Inyo masuk sebagai nominator Coach of the Year musim lalu, bersama Youbel Sondakh (Satria Muda Pertamina Jakarta), Bisih (Pacific Caesar Surabaya), dan Antonius Ferry Rinaldo (Aspac Jakarta).

Ada yang tidak disadari pula oleh IBL Fans selama ini, bahwa Coach Inyo adalah pelatih pertama yang memilih Gary Jacobs Jr. sebagai pemain asingnya. Di tangan Coach Inyo, Gary menjadi pemain asing terbaik (Foreign Player of the Year) di IBL 2016-2017. Duetnya dengan Nate Barfield, hampir saja memecahkan rekor klub, yaitu lolos playoff. Sayangnya, persaingan liga saat itu begitu ketat. Sehingga di musim reguler NSH harus puas berada di peringkat kelima. 

Coach Inyo dikenal sebagai pelatih yang mampu membina pemain-pemain muda. Sebab, NSH memang identik dengan bakat-bakat muda yang potensial. Peran Coach Inyo di empat musim bersama NSH berhasil membangun pondasi tim yang kuat. Sebab, sepeninggalan Coach Inyo, pemain-pemain NSH siap menghadapi persaingan yang lebih berat. Mereka berhasil menjadi tim papan dalam tiga musim terakhir. (*)

 

Credit foto : Hari Purwanto